"Iya, memang tidak menutup kemungkinan jika GEA diprioritaskan menjadi salah satu alat tranportasi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat kota pun bisa memiliki GEA sebagai kendaraan pribadi," kata Dr. I Nyoman Jujur ketika ditemui detikoto, Kamis (16/10/2008) di BPPT.
Menurut I Nyoman, GEA yang dimotori oleh PT INKA dan BPPT ini dinilai pantas untuk menyandang predikat sebagai mobil alternatif. "Namun untuk mencapai kesana, tentu harus melewati proses penyempurnaan terlebih dahulu. Dan saya harap masyarakat juga ikut mendukung program pemerintah dalam memajukan industri dalam negeri," tegas I Nyoman.
GEA sendiri sampai saat ini masih menjalani salah satu proses pengujian, yaitu, pengujian bagi mesin buatan lokal yang akan dipasangkan pada mobil nasional tersebut. Dalam pengujian ini, mesin 2 silinder berkapasitas 500 cc yang akan digunakan GEA itu telah mencapai hasil yang memuaskan. Karena dapat menyemburkan tenaga sampai 11,5 kW pada 3800 rpm dan torsi 31 Nm pada 2800 rpm, namun dengan konsumsi bahan bakar yang cukup irit, yakni, hanya 345 g/kWh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran GEA memang sudah ditunggu banyak orang, "Buktinya saja sampai saat ini sudah ada kelembagaan pemerintah yang memesan mobil GEA, tidak tanggung-tanggung 10 mobil dipesan oleh Pemda Pasuruan," jelas I Nyoman Jujur. (syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?