Menurut mereka ABS hanya reset sedang lampu aki itu karena kabel aki longgar dan mereka kencangkan.
Sebulan kemudian kembali lagi malah frekuensi makin sering dan kadang-kadang mesin mati saat jalan. Lalu saya balik ke bengkel resmi Honda yang sama, menurut mereka ABS sudah mulai rusak dan disarankan ganti, sedangkan untuk indikator mesin ada yang harus diganti segera, semua biaya di luar fee sekitar Rp 12 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya lalu mengganti aki dengan yang baru dan alhamdulillah sampai saat ini tidak ada indikator yang menyala.
Mohon saran dari bapak tentang hal ini.
Terima kasih
Windu
Jawaban:
Kemungkinan besar penyebab mesin drop/mati dikarenakan kinerja alternator sudah lemah atau kurang baik.
Ketika mesin hidup arus listrik utama disuplai oleh alternator termasuk untuk melakukan pengisian listrik ke aki. Kondisi aki bisa jadi lemah atau bisa jadi rusak karena disebabkan suplai dari alternator kurang bagus.
Lebih baik periksakan alternatornya, apakah pengisiannya bagus atau tidak dan suplainya stabil atau tidak.
Untuk komponen ABS memang harganya sangat mahal tetapi harus diingat ABS salah satu piranti keamanan yang sangat dibutuhkan.
Kerusakan bisa pada sistem ABSnya, bisa pada sensornya bisa juga dari komputer mobilnya. Lebih baik dilakukan pemeriksaan ulang dengan melakukan scanner pada sistem komputer mobilnya jadi tidak hanya diperiksa secara visual.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?