Ni Nengah Widiasih Beberkan Kunci Sukses di Ajang Paralimpiade Tokyo

Advertorial - detikOto
Jumat, 05 Nov 2021 00:00 WIB
adv toyota
Foto: Toyota
Jakarta - Atlet angkat beban Indonesia, Ni Nengah Widiasih punya paradigma yang menarik dalam menjalani hidup. Peraih medali perak Paralimpiade Tokyo 2020 itu menganggap setiap tantangan sebagai proses kehidupan yang membentuk dirinya menjadi lebih baik di masa depan.

"Saya suka bingung jika ditanya apa tantangannya karena saya menikmati semua proses yang dilalui. Jadi saya tidak pernah mau menjadikan tantangan itu sebagai tantangan/hambatan. Saya mempunyai mindset bagaimana saya menghapus semua hal yang terlihat sebagai tantangan," kata wanita yang akrab disapa Widi ini.

Widi tak pernah mempermasalahkan keterbatasan fisik yang dialaminya. Ia fokus berjuang menggapai mimpi dan ingin pencapaiannya menginspirasi banyak orang, khususnya bagi para difabel.

Mental juara telah tertanam dalam jiwa Widi. Ia selalu bisa bangkit dari kekecewaan dan kesedihan setiap kali kalah dalam pertandingan. Widi selalu introspeksi diri ketika mengalami kekalahan, mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, sehingga dia bisa mencapai hasil yang lebih baik pada pertandingan selanjutnya, termasuk memenangkan medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020.

Selama menjadi atlet, Widi menyebutkan dirinya tentu pernah mengalami kekalahan. Namun, dia tidak mau terpuruk lama dan menjadikan kegagalan itu sebagai motivasi baginya untuk berlatih menjadi yang lebih baik.

Widi selalu terpacu untuk terus meningkatkan kemampuan. Ia menjadikan lawan-lawan terberat sebagai acuan dalam mengasah kemampuannya agar bisa mencapai angkatan yang lebih baik. Selain itu, dukungan penuh dari lingkungan menjadi pelecut semangat bagi Widi untuk terus berprestasi.

Selain itu, adanya support dari keluarga, pelatih, dan lingkungan, juga berperan besar dalam mengantarkannya berada di posisi saat ini.

Widi terbiasa ditempa fisik dan mental sejak kecil. Ia harus terpisah dengan keluarganya di Bali sejak kelas 6 SD, saat masuk ke Pelatnas angkat berat di Solo. Widi yang mengikuti jejak sang kakak, I Gede Suantaka yang dulunya juga berprofesi sebagai atlet angkat berat, terbiasa dengan didikan disiplin sedari kecil. Salah satunya disiplin dalam mengikuti semua program latihan yang diberikan pelatih kepadanya, walaupun tergolong berat.

Terkait dengan keterlibatannya di Hero Project Toyota Indonesia, yang merupakan program dukungan bagi para atlet nasional, Widi mengaku sempat bingung, tapi sekaligus merasa senang dan bangga. Dia berharap keterlibatannya di Hero Project dapat menginspirasi semua orang, khususnya rekan-rekan sesama difabel agar mereka mempunyai motivasi, semangat, tekad, dan impian yang besar.

Soal dukungan, Widi juga mengungkapkan bahwa perhatian yang diberikan Toyota amat luar biasa, baik berbentuk materi maupun nonmateri. Bahkan, perusahaan tersebut mengapresiasi Widi dengan emas batangan seberat 100 gram atas prestasinya meraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 lalu. (adv/adv)