Sebanyak 40 slot peserta terisi penuh oleh akademia yang ingin menimba ilmu di dunia drifting. Ajang edukasi ini begitu ditunggu-tunggu karena tidak hanya belajar melalui teori saja, tapi juga belajar melalui praktik. Dalam kesempatan ini para akademia dibimbing langsung oleh Sembilan drifter profesional Tanah Air.
Berbeda dengan rangkaian Intersport Drift Academy 2018 silam, yang mana diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia dan hanya satu hari, pada 2019 ajang edukasi drifting ini hanya digelar di satu kota saja namun digelar selama 3 hari.
Pada tahun lalu hanya 4 orang coach dari drifter profesional yang bertugas, sedangkan kali ini ada 9 coach. Ke-9 drifter profesional yang bertugas menjadi coach antara lain adalah Adwitya Amandio, Akbar Rais, Valentino Ratulangi, Ziko Harnadi, Rio SB, Ikhsan Utama, Danny Ferdito, M. Irdam, dan Lucky Reza.
Para pemenang Intersport Drift Academy (Foto: dok. Gudang Garam) |
Sebanyak 40 peserta yang berhasil menjadi akademia ajang Intersport Drift Academy berhak mengikuti kelas teori di hari pertama. Kemudian di hari kedua 40 orang tersebut dipecah menjadi 4 kelompok dan mengikuti kelas praktik. Kelas praktik tersebut terbagi menjadi 2, yaitu praktik menggunakan simulator dan menggunakan mobil drift sungguhan.
Di ajang Intersport Drift Academy tahun ini menyediakan empat BMW e36 sebagai mobil praktik untuk para akademia. Sekadar informasi, pada tahun lalu pihak penyelenggara menyediakan empat mobil BMW yang telah dimodifikasi secara khusus untuk kebutuhan drifting dengan unsur safety sebagai bagian terpentingnya.
Ada empat grup yang dipimpin oleh masing masing 2 drifter profesional sebagai coach mereka. Di Grup A dipimpin M. Irdam dan Lucky Reza, Grup B dipimpin Ikhsan Utama dan Danny Ferdito, Grup C dipimpin Akbar Rais dan Valentino Ratulangi, dan Grup D dipimpin oleh Ziko Harnadi dan Rio SB.
Masing-masing coach di grup memberikan edukasi sendiri mengenai teknik-teknik drifting yang berguna saat pada sesi praktik. Setelah belajar selama 2 hari, mulai dari teori dan praktik menggunakan simulator dan menggunakan mobil drift sungguhan, para akademia langsung ditantang untuk bertanding satu sama lain pada hari ketiga.
Peserta Intersport Drift Academy berfoto bersama (Foto: dok. Gudang Garam) |
Selain eksibisi, pada hari ketiga para akademia dituntut untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh coach. Dari 40 peserta tersebut, terdapat eliminasi yang mana hanya menyisakan sebanyak 12 orang saja untuk bertanding pada hari terakhir. Eliminasi tersebut diambil berdasarkan poin tertinggi saat mengikuti praktik dan juga teori.
Sebanyak 8 dari 12 peserta yang lolos merupakan anak didik dari Grup B di bawah pimpinan dari Ikhsan Utama dan juga Danny Ferdito. Mereka bertarung satu sama lain, yang mana harus menyelesaikan Figure 8 dengan menggunakan BMW e36 yang telah disediakan oleh penyelenggara.
Akhirnya setelah ke-12 peserta tersebut bertarung, terpilihlah 3 orang akademia yang berhasil menjadi pemenang, yaitu posisi pertama ditempati oleh Nandika Hadi dari Grup B, kemudian di posisi kedua diduduki oleh Agta Z. Ilmawan dari Grup A, serta di posisi ketiga ditempati oleh M. Raihan Chandra dari Grup D.
Di akhir acara, tak mau kalah, para coach pun menunjukkan aksi drifting mereka dengan menggunakan mobilnya masing masing. Tak hanya solo action saja, tapi ada beberapa drifter profesional yang bertugas menjadi coach yang melakukan tandem. (adv/adv)












































Para pemenang Intersport Drift Academy (Foto: dok. Gudang Garam)
Peserta Intersport Drift Academy berfoto bersama (Foto: dok. Gudang Garam)
Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi