Bagi Januar Rachmanto, 41, Toyota selalu menjadi pilihan utamanya dalam menentukan kendaraan idaman. Setelah beberapa tahun setia dengan Kijang kapsulnya, Januar pun memutuskan ingin membeli mobil baru. “Saya ini Toyota-minded karena sparepart-nya mudah didapat, harganya tidak begitu mahal dan layanan after sales-nya bagus,” kata ayah dua anak ini.
Akhir tahun 2011, Januar pertama kali melihat Avanza Veloz saat mendatangi pameran Toyota di ITC Cempaka Mas. Dia pun langsung jatuh hati. “Setelah melihat langsung, saya langsung naksir Avanza Veloz karena interiornya bagus. Lebih wah dibanding Avanza yang dulu,” ungkap pria yang berprofesi sebagai pengusaha penyedia jasa outsourcing SPG ini.
Sebuah Avanza Veloz transmisi (A/T) berwarna Black Metallic resmi menjadi kendaraan pribadinya yang baru pada Februari 2012. Januar pun merasakan ada perbedaan yang kentara dalam Avanza Veloz. “Bahan jok lebih halus dan door trim-nya lebih mewah. Karena audio system-nya sudah 2 DIN maka suaranya lebih enak dan tape standar pun sudah dilengkapi USB,” jelas pria yang tergabung sebagai anggota komunitas Velozity tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu lagi kelebihan Avanza Veloz adalah ground clearance tinggi dan Januar sudah mengujinya. “Saya pernah coba bawa ke Gunung Gede. Di jalanan menanjak, Avanza Veloz enggak mentok, jadi lebih enak dibawanya.” Sari menambahkan, “Beberapa kali kami pernah ke Puncak dan naik Avanza Veloz di jalanan batu tetap enak. suspensinya lebih bagus dan bantingannya tidak keras.”
Ingin merasakan langsung sensasi nyaman berkendara dengan The All New Avanza Veloz seperti keluarga Januar Rachmanto? Ayo ikut Coaching Clinic Smart Driving dan Test Drive Avanza Veloz bersama Toyota dan detikOto di Bandung, Sabtu 15 Desember!
Cara pendaftarannya sangat mudah. Klik link berikut ini (https://microsite.oto.detik.com/kms/293/coaching-clinic/main) lalu isi data diri selengkapnya. Acara ini gratis, tidak dipungut bayaran.
(adv/adv)











































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kalapas Cibinong Nonaktif yang Gelagapan saat Dicecar DPR
Akal-akalan Pemilik Kendaraan Hindari Ganjil Genap
Pelat Motor Banyak Diakali, Tilang Manual Perlu Ada Lagi