Minggu, 03 Mar 2019 11:08 WIB

Drive with Rifat Sungkar

4 Kebiasaan Konvoi yang Salah Kaprah

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rifat Sungkar Foto: Rifat Drive Labs Rifat Sungkar Foto: Rifat Drive Labs
Jakarta - Pengguna kendaraan sering kali konvoi bersama. Namun kadang ada beberapa kesalahan yang terjadi dalam konvoi dan malah mengakibatkan kecelakaan beruntun. Alih-alih ingin perjalanan yang lebih terstruktur, budaya konvoi yang salah malah dapat merugikan.

Rifat Sungkar selaku Direktur Rifat Drive Labs (RDL) memberikan beberapa informasi terkait beberapa kesalahan yang terjadi dalam kebiasaan konvoi kendaraan.

Hal pertama yang menjadi kesalahan saat konvoi adalah menyalakan lampu hazard. "Hazard bukan diciptakan untuk konvoi jalan beriringan, melainkan untuk emergency yang mengharuskan mobil Anda berhenti di tepi jalan," ujar Rifat Sungkar.



Selain itu kesalahan kedua yang sering terjadi adalah konvoi dengan jarak yang terlalu dekat antar mobil. "Jarak yang semakin dekat justru tidak menyisakan ruang aman untuk Anda bereaksi. kecelakaan beruntun dalam sebuah konvoi kerap terjadi karena tidak adanya room for error bagi Anda sendiri," tambah Rifat.

Ketiga, konvoi dengan posisi sejajar dengan mobil di depan Anda akan sangat membatasi visibilitas ke depan. Teori konvoi yang baik adalah sebisa mungkin Anda mengambil sudut zig zag dengan mobil di depan. "Ketika ada keadaan darurat, Anda dapat mengetahui harus bereaksi seperti apa karena tidak terhalangi oleh mobil di depan," jelasnya.

Kesalahan terakhir adalah konvoi yang pesertanya terlalu panjang, karena hal ini dapat mengganggu ketertiban lalu lintas pengguna jalan lain. "Sebetulnya kurang ideal kalau dalam sebuah konvoi banyak kendaraan yang ikut serta di dalamnya. Idealnya 5 sampai 8 mobil," ujarnya.

Teorinya adalah, konvoi dengan kendaraan yang panjang akan terjadi tarik ulur kecepatan dengan kata lain, kecepatan antara mobil di posisi paling depan, tengah, dan paling belakang akan berbeda-beda. "Kecepatan yang berbeda-beda itu akan membuat posisi konvoi berantakan. Selain kita yang dirugikan, pengguna jalan lain pun akan ikut dirugikan," tutup Rifat. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com