Kamis, 17 Jan 2019 19:15 WIB

Ingat, Lagi Jalan Jangan Nyetir Sambil Nonton Debat Capres

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Edi Wahyono Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Debat perdana capres 2019 merupakan salah satu acara yang dinanti. Namun bukan berarti Otolovers boleh menonton ketika sedang mengoperasikan kendaraan. Sebab konsentrasi dapat terganggu.

Terlebih, tahun ini cukup banyak pendukung yang fanatik. Sehingga, sebagaimana dikatakan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengakses informasi debat capres 2019 di jalan tambah berbahaya.

"Dalam konteks safety driving/riding, ketika sedang mengoperasikan kendaraan atau sedang mobilisasi dengan kendaraan, fokus kita adalah antisipasi kecelakaan. Jangan pernah untuk menambah fokus maupun beralih konsentrasi ke hal lain seperti menonton," kata Justri kepada detikOto di Jakarta, Kamis (17/1/2019).



"Apalagi bila ada yang fanatik terhadap salah satu calon. Nantinya akan terbawa pada cara dia berkendara. Nanti, akan ada kondisi-kondisi yang mungkin saja, dampak penggemar atau orang-orang fanatis yang kecewa. Untuk melampiaskan kekecewaannya itu bisa saja dia lakukan tindak kriminal di jalan. Kan bahaya," lanjutnya.

Di kesempatan sama, Justri juga menghimbau meskipun kendaraan sedang berhenti bukan berarti pengendara boleh membuka handphone nya untuk lakukan streaming debat perdana capres 2019.

"Pada saat berhenti di lampu merah atau kendaraan berhenti karena hal lain bukan berarti kita boleh memindahkan fokus berkendara. Di jalan raya, fokusnya adalah antisipasi kecelakaan. Bila melihat sedikit saja (debat capres 2019), konsentrasi dia akan berada di acara itu bukan kepada bahaya yang ada di jalan pada saat itu," katanya.


Jadi jangan menonton ketika sedang berkendara ya, Otolovers. Walaupun debat perdana capres 2019 nanti bakalan seru.

"Sebaiknya pulang lebih cepat, atau menunda kepulangan untuk menonton acara tersebut. Jangan sampai sedang berkendara, kepikiran untuk buru-buru pulang supaya nonton debat. Atau bahkan menonton debat saat berkendara. Ini tidak dibenarkan, berbahaya," tutup Justri. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed