Senin, 30 Apr 2018 14:42 WIB

Campur-campur Minyak Rem Kendaraan Boleh Tidak, Ya?

Ruly Kurniawan - detikOto
rem cakram sepeda motor. Foto: detikOto rem cakram sepeda motor. Foto: detikOto
Jakarta - Karena berbagai hal, tidak sedikit yang membeli minyak rem kendaraan berbeda dari sebelumnya. Misalkan, beberapa tahun lalu memakai minyak rem berwarna merah (tabung reservoir-nya), sedangkan minyak tambahan yang dibeli sekarang berwarna bening atau biru. Nah kalau seperti ini dilakukan terus menerus, bermasalah tidak, ya?

Kepada wartawan, Business Director PT Laris Chandra sebagai importir minyak rem STP di Indonesia, Stanley Tjhie, menjelaskan memang setiap karakteristik kendaraan berbeda-beda. Oleh karena itu kebutuhan minyak remnya berbeda pula. Namun bila dalam keadaan tertentu, mencampur minyak rem dengan warna berbeda tidak masalah.

"Bila mobilnya lebih cepat daripada mobil kebanyakan atau dia pakai moge, motor yang bongsor, pengeremannya itu high stress. Dalam artian, dia lebih panas yakni harus 250 derajat untuk bisa mendidih (agar bisa mengerem). Oleh karena itu, kendaraan seperti ini membutuhkan minyak rem dengan DOT (Department Of Transportation) tinggi," katanya di area IIMS 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.



"Untuk pencampuran, kalau tipenya netral itu bisa saja asalkan dicampur tipe netral juga. Warna berbeda itu hanya sebagai pembeda produk atau merek saja, yang penting tipenya serupa. Untuk DOT 3 dan DOT 4 dicampur, itu tidak masalah asalkan dia sama-sama netral," lanjut Stanley.

Dirinya juga menuturkan, pada dasarnya warna minyak rem tidak berkaitan dengan kandungan formula dalam cairan, namun hanya sebagai tambahan zat perwarna. Banyak juga yang mengira jika minyak rem bening berarti netral. Padahal, ada juga minyak rem netral berwarna merah.



"Yang dimaksud netral jika kandungan aditifnya tidak saling menimbulkan reaksi negatif bila dicampur," kata Stanley.

Ada beberapa alasan mengapa minyak rem dibuat dengan warna berbeda. Pabrikan Jepang misalnya, menganggap warna merah paling eye catching. Terutama saat terjadi kebocoran, sehingga mudah terdeteksi.

"Kalau di Eropa, lebih suka menggunakan warna biru. Adapun minyak rem bening dibuat tanpa zat pewarna agar dapat mengurangi sedikit biaya produksi," tutupnya. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed