Menurut Technical Specialis Integrated Lubricant Marketing Academy (ILMA) PT Pertamina Lubricants Agung Prabowo sebenarnya secara teori pelumas tidak memiliki umur. Namun jika penyimpanan kendaraan tidak benar, maka akan merusak pelumasnya. Pelumas akan menggumpal.
"Oli tidak ada umurnya jika cara menyimpannya benar. Namun untuk mobil atau motor yang seringnya nongkrong di rumah pasti akan terpapar oksidasi. Udara bereaksi dengan pelumas itu yang menyebabkan kerusakan oli," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung Prabowo Foto: Dadan Kuswaraharja |
Karena itu dia menyarankan untuk kendaraan yang jarang jalan-jalan ada rekomendasi pergantian oli secara rutin antara 3-6 bulan tergantung dari rekomendasi pabrikan. "Jadi lebih baik kalau motornya sering nongkrong mending dijual saja," ujarnya sambil bercanda.
Soal pemanasan kendaraan pun disorotinya, dia menyarankan agar kendaraan sedikit lebih lama dipanaskan agar suhu mesin mencapai suhu yang pas agar terjadi pembakaran yang sempurna.
"Pembakaran sempurna kan terjadi saat suhu mesin 73, 80 sampai 90 derajat. Kan kalau dipanaskan dalam waktu singkat tidak akan sampai suhu segitu. Itu akan ada bahan bakar yang tidak terbakar sempurna akan masuk ruang bakar dan menambah potensi menjadi gel," ujarnya. (ddn/ddn)












































Agung Prabowo Foto: Dadan Kuswaraharja
Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya