Jumat, 08 Jan 2016 08:30 WIB

Muncul Bunyi di Kaki Mobil? Jangan Anggap Enteng

Niken Purnamasari - detikOto
detikOto/Niken Purnamasari
Jakarta - Suara mendecit atau bebunyian lain seringkali muncul di kaki-kaki mobil atau bagian kolong. Meski intensitas suara masih tergolong rendah sebaiknya jangan diabaikan karena itu pertanda ada masalah di bagian tersebut yang jika dibiarkan bisa merembet ke bagian lain.

"Biasanya orang menganggap sepele jika bebunyian terjadi karena suaranya masih belum nyaring. Tetapi harus diingat di kaki-kaki itu merupakan sistem. Artinya, satu bagian itu memiliki kerterkaitan dengan bagian lain, sehingga bermasalah bisa menimbulkan masalah lain," papar Nanang Somantri, Service Advisor Sakti Utama, Tangerang, kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan tierod, long tierod, atau bushing arm, bearing yang bermasalah namun dibiarkan. Karena komponen itu memiliki peran untuk menopang fungsi kompnen lain dalam sistem, maka jika bermasalah juga akan mempengaruhi yang lainnya.

"Biaya perbaikannya pun semakin mahal," kata Nanang.

Sementara itu, untuk mendeteksi bagian yang mana terkait bebunyian tersebut bengkel Honda Pondok Indah memiliki alat yang bernama Noise Catcher. Fungsinya yakni mendeteksi bunyi-bunyi yang ada pada bagian mobil. Dari alat tersebut, dapat dideteksi bagian mana yang mengalami kerusakan sehingga dapat ditangani oleh para mekanik.

detikOto berkesempatan untuk melihat langsung proses penggunaan alat tersebut di bengkel Honda Pondok Indah, Jakarta, Kamis (7/1/2016). Petugas Powerman bengkel,Dimas,menunjukkan kabel-kabel pada Noise Catcher yang akan ditempelkan pada bagian shockbreaker mobil.

Bagian kabel lainnya juga ditempelkan pada engine mounting. "Pertama kita deteksi dulu dari mana arah bunyi-bunyi tersebut. Kita tempel di bagian shockbreaker kalau misalnya memang bunyi-bunyi sudah dikeluhkan konsumen di bagian itu, lalu kita tempel juga di engine mounting," ujar Dimas.

Selanjutnya, terdapat lampu indikator yang akan mendeteksi tinggi rendahnya bunyi yang dihasilkan. Semakin tinggi bunyi tersebut, maka potensi kerusakan pada bagian tersebut semakin besar dan menjadi fokus mekanik untuk pengerjaan tahap selanjutnya.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk pendeteksian, pengerjaan reparasi, hingga evaluasi di bengkel tersebut yakni tiga jam.

(nkn/arf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com