Sesaat setelah air hujan turun dari langit dan mengenag di jalanan kerap menjadikan ban mobil seolah terangkat karena daya cengkeram ban berkurang. Perlu trik dan strategi khusus agar laju mobil tak slip dan celaka menghadapi fenomena yang disebut hydroplaning tersebut.
Sebuah trik khusus yang dilansir laman Defensive Driving Inggris, Selasa (5/1/2016) menyebut, jika Anda terjebak dalam sitausi seperti itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah jangan panik. βTetap tenang dan fokus ke mobil dan waspada terhadap kondisi jalan,β tulis laman itu.
Selanjutnya, tindakan apa yang harus dilakukan? Memperlambat kecepatan mobil dan menurunkan posisi gigi gear dan jangan mengerem dengan tiba-tiba. Jika harus melakukan pengereman lakukan dengan lembut ,a namun terus menekan pedal rem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika mobil yang Anda kemudian merupakan mobil berpenggerak roda depan atau belakang yang dilenghkapi fitur ABS dan cruise control, maka Anda bisa lebih mudah untuk bermanuver menjadi tempat yang kosong dan bebas hydroplaning. Caranya, aktifkan terlebih dulu fitur cruise control.
Setelah itu lakukan pengereman . Kemudian, arahkan mobil ke tempat kosong yang akan dituju. Namun ingat jangan menginjak pedal terlalu dalam dan tetap mengontrol lingkar kemudi mobil untuk memastikan arah laju mobil tak melenceng.
Satu hal yang harus dipahami, sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu Anda harus menghadapi situasi ini adalah, memastikan tingkat ketebalan ban mobil. CVek keteblan ukiran ban jauh-jauh hari sebelum musim hujan tiba.
Caranya cukup gampang. Ambillah uang koin - untuk Indonesia uang Rp 100 - kemudian masukan ke celah ukiran di tapak ban.
Jika koin tersebut lebih dari sepertiganya masuk, maka ketebalan ban masih sangat bagus. Jika masih sepertiga lebih sedikit, artinya ban masih cukup oke. Sedangkan jika kurang dari sepertiga, maka Anda harus waspada.












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin