Rabu, 12 Nov 2014 09:38 WIB

Aman Mana, Campur-mencampur Bahan Bakar Atau Pakai Aditif?

Aditya Maulana - detikOto
Jakarta - Saat ini banyak cara yang dilakukan oleh pengendara kendaraan baik roda 2 atau pun roda 4 untuk mendapatkan bahan bakar yang bagus tapi dengan harga yang lebih murah. Ada yang campur-mencampur bahan bakar, ada juga yang menggunakan zat atau cairan aditif.

Dari kedua cara itu, sebenarnya lebih aman mencampur bahan bakar atau menggunakan cairan aditif?

"Bukan menjelek-jelekkan cairan aditif, tapi lebih baik mencampur bahan bakar dengan bahan bakar ketimbang menggunakan cairan aditif," saran GM Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi saat dihubungi detikOto.

Bukan sembarang memberikan saran, Dadi pun menuturkan alasannya. Menurutnya, cairan aditif itu memiliki kandungan zat kimia. Sehingga zat kimia yang ada di aditif itu belum tentu cocok dengan bahan bakar (bensin).

"Pernah ada kasus orang yang sering pakai aditif itu ternyata mengendap di injektor. Sehingga menyumbat injektor karena campuran ada semacam endapan," katanya.

Dadi melanjutkan, kebanyakan aditif-aditif itu melakukan pengembangan atau pengujiannya di luar negeri. Pengujiannya itu menggunakan bahan bakar yang ada di luar negeri. Kualitas bahan bakar setiap negara juga berbeda-beda, apalagi di Indonesia.

"Terkadang aditif yang di-develop dari luar negeri itu tidak cocok dengan kondisi bahan bakar di Indonesia. Sebab hasil develop-nya itu menggunakan bahan bakar di luar negeri, tahu sendiri kualitas bahan bakar disini (Indonesia) berbeda dengan yang di luar negeri," tuturnya.

(ady/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com