Rabu, 05 Nov 2014 16:18 WIB

Pertamax 'Oplosan' Harganya Lebih Murah Rp 9.350

Aditya Maulana - detikOto
Jakarta - Mencampur atau mengoplos bahan bakar subsidi dengan non-subsidi menjadi alternatif bagi sejumlah orang yang ingin mendapatkan kualitas bahan bakar bagus tapi harganya murah.

Dari berbagai penelitian independen, mencampur Pertamax Plus dengan Premium akan menghasilkan angka oktan yang setara dengan Pertamax.

Jika Premium yang memiliki angka oktan 88 dicampur Pertamax Plus oktan 95 dengan komposisi yang sama maka akan menghasilkan bensin dengan bilangan oktan 92.

Dari cara mengoplos BBM ini pun, harganya lebih murah. Harga Pertamx Plus saat ini mencapai Rp 12.200 per liternya, sedangkan premium Rp 6.500. Maka harga Pertamax oplosan adalah Rp 12.200+Rp 6.500 kemudian dibagi dua, akan diperoleh Rp 9.350. Lebih murah dibandingkan dengan Pertamax yang saat ini mencapai Rp 10.700 per liternya.

Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, adakah dampak buruk jika mencampur bahan bakar seperti itu?

GM Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi menuturkan, secara teori tidak akan ada masalah jika pengguna kendaraan mencampur bahan bakar subsidi dengan non-subsidi. Asalkan cara yang dilakukannya benar.

"Secara umum tidak masalah. Kalau yang bermasalah itu adalah bukan dari spesifikasi bahan bakarnya, tapi kandungan zat lain dari bahan bakar yang dicampurnya," kata Dadi.

Menurut Dadi, yang menjadi masalah itu adalah ada kandungan zat lain pada bahan bakar yang dicampurnya. Ia mencontohkan, bahan bakar baik yang subsidi ataupun yang non-subsidi terdapat zat lain yang sengaja dicampurkan oleh pihak yang menjualnya. Itu yang menyebabkan masalah.

"Daripada campur-campur dengan zat-zat lain (aditif) mending campur sesama bahan bakar saja. Kalaupun ada masalah hanya pada tambahan zat kimia, misalnya pom bensin curang mencampur kan zat-zat kimia lain. Itu yang akan membuat masalah seperti mengendap atau berkerak di pompa bensin," bebernya.

Jika ingin mencampur bahan bakar subsisi dengan yang non-subsidi, Dadi menyarankan mecnari pom bensin (SPBU) yang tidak mencurigakan. Karena, ada SPBU yang curang dalam hal menjual bahan bakar.

"Banyak juga pom bensin yang nakal mencampur zat-zat. Kalau bahan bakarnya benar (tidak dicampur zat kimia) maka mengoplos seperti itu tidak akan ada masalah baik ke mesin atau performa," tandasnya.

(ady/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com