Tahun ini pemerintah harus mengucurkan Rp 246,5 triliun untuk mensubsidi Bahan Bakar Minyak. Angka itu kalah jauh dengan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai Rp 206,3 triliun.
Bagi Windayati Gunawan, warga Summarecon Serpong yang ditemui detikOto beberapa waktu lalu, dengan menggunakan bahan bakar non subsidi kita sejatinya telah meringankan beban negara untuk menanggung anggaran subsidi.
"Setiap tahun ratusan triliun untuk subsidi bahan bakar. Mending buat membangun sekolah atau rumah sakit, dan bikin lapangan kerja," ujar Windi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Omongan Windi ini diamini oleh pengendara motor Apriadi Susanto. Dia menuturkan malah jika menggunakan BBM subsidi, performa motor tidak akan maksimal
"Jadi buat apa kita beli kendaraan yang menawarkan performa tinggi, tapi kita enggak pernah merasakan performa sesungguhnya," kata dia.
Memang, secara teknis Pertamax adalah bahan bakar tanpa timbal dengan kandungan aditif detergency generasi terbaru. Campuran itu dimaksudkan untuk membersihkan intake valve port fuel injector, karburator, dan ruang bakar dari kerak karbon.
Sementara, dengan stabilitas oksidasinya yang tinggi dan kandungan olefin, aromatic serta benzene berkadar rendah menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna pada mesin. Selain itu, bahan baku itu tidak akan menyebabkan mesin mengelitik dan tingkat emisinya rendah.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?