Kendaraan yang diproduksi selama lima tahun belakangan, membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimum 91.
Pabrikan sengaja membuat mesin dengan kapasitas tidak terlalu besar agar hemat bahan bakar. Namun, tenaga yang dihasilkan tetap besar. Mesin itu biasanya menggunakan kompresi mesin yang tinggi, di atas 9:1 yang kini umum dimiliki motor 4 tak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada operasi normal mesin, campuran bahan bakar dan udara akan terbakar/meledak setelah ada percikan api yang dikirim busi. Cara ini selalu mengatur ledakan agar menghasilkan tenaga mekanik yang besar.
Sementara bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah dari yang dibutuhkan mesin bisa meledak sendiri pada akhir proses kompresi. Hal ini akan mengakibatkan tabrakan antara bahan bakar yang meledak sendiri dengan bahan bakar yang dinyalakan busi. Tabrakan itu biasa dikenal dengan "ngelitik" atau knocking.
Efeknya, energi mekanik yang dibangkitkan tidak bisa optimal. Mesin akan lebih panas. Pada kasus yang lebih ekstrim bisa membuat piston rusak sampai berlubang.
Pada mesin modern, efek knocking akibat bahan bakar dengan oktan rendah memang bisa diatasi. Tapi, cara ini akan menyebabkan tenaga tidak keluar secara optimal. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Berikut adalah rasio kendaraan yang umum dipakai masyarakat.
-Toyota Kijang Innova 9,8:1
-Toyota Yaris 10,5:1
-Honda Jazz 10,4:1
-Daihatsu Xenia 11,1:1
-Honda Vario 10,7:1
-Yamaha Scorpio 9,5:1
Angka oktan yang sesuai untuk kompresi 9:1 s/d 10:1 adalah 92. Di Indonesia, angka oktan 92 hadir pada Pertamax. Sementara angka oktan 95 yang dikemas dalam Pertamax Plus tepat untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 s/d 11:1.
Jadi, coba ganti bahan bakar kendaraan Anda sesuai yang dibutuhkan!
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan