Owner KIMotor CV Sumber Urip, Hendra Karta Iskandar mengatakan kalau hal itu terjadi pada HID yang memiliki 7.000 kelvin dan faktor utamanya yakni masalah kemampuan mata manusia dalam menangkap cahaya.
"Itu namanya daya penetrasinya tidak tembus hujan, dikarenakan mata kita memang diciptakan untuk menangkap spektrum warna 3.800 k sampai 4.800 k sehingga kalau hujan sinarnya mantul lagi kepada mata kita," kata Hendra dalam acara Seminar HID Xenon "Terang tidak sama dengan Silau" di Jakarta, Rabu (23/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berdasarkan regulasi warna lampu otomotif di Eropa yang mengizinkan warna lampu depan maupun foglamp hingga 5000k," katanya lagi.
Hendra mencontohkan daya pandang akan jauh bila menggunakan warna 3.000 k tapi mata manusia akan lebih cepat lelah bila menggunakan 6.000 k mata manusia lebih tahan tapi daya penetrasi atau daya tembus terhadap kabut dan jarak pandang untuk menembus kegelapan malam akan jauh berkurang.
"Jadi ada baiknya jika ingin menggunakan lampu HID pakailah yang memiliki 3.800 k hingga 4.800 k karena akan lebih bisa dilihat oleh mata ketika hujan," pungkasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!