Fuel Pump Jebol, Pilih Yang Original Atau KW?

Fuel Pump Jebol, Pilih Yang Original Atau KW?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jumat, 27 Agu 2010 14:37 WIB
Fuel Pump Jebol, Pilih Yang Original Atau KW?
Jakarta -

Kasus fuel pump jebol sampai sekarang belum mereda. Hampir tiap hari ada saja pengguna mobil yang mengeluh fuel pump-nya jebol.

Apa yang harus kita lakukan ketika fuel pump jebol? Selain membawa mobil ke bengkel, menurut pemilik Provis Auto Sport Jasin Stevanus, pemilik mobil diusahakan untuk mengganti fuel pump dengan fuel pump yang original yang sama dengan sebelumnya.

"Kalau memilih yang non original (KW) banyak yang gagal, dalam 2-3 hari fuel pump jebol lagi," ujarnya kepada detikOto, Jumat (27/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuel pump yang asli lebih komplet, komponennya terdiri dari filter, dan pompa, dan housing atau rumah pompanya sendiri. Sementara fuel pump KW bisa dijual secara terpisah.

Di pasaran, memang kita bisa mengganti fuel pump original mobil kita dengan fuel pump merek lain dengan kualitas yang sama atau lebih rendah. Ada juga mobil yang motor pompa bensinnya sama dengan merek mobil yang lain. "Jadi universal kayak bohlam," ujarnya mencontohkan.

Namun penggunaan yang tidak sama ini, dari pengalaman, lanjut Jasin tidak akan menyelesaikan masalah fuel pump."Jadi lebih baik yang original saja," ujarnya.

Namun untuk mencari fuel pump yang asli hari-hari ini relatif susah. Bahkan menurut pemilik bengkel Twin Garage, Ajat Sudrajat, harus inden beberapa hari tergantung jenis mobil.

Harga fuel pump asli dan KW juga jauh berbeda."Yang kw cuma Rp 200 rb sampai Rp 400 rribuan sedangkan yang asli mencapai Rp 2-3 juta," ujarnya.

Fenomena fuel pump jebol ini diyakini hanya dialami oleh mobil-mobil yang menggunakan Premium sebagai bahan bakarnya. Baik Pertamina dan pemerintah menjamin bukan Premium penyebabnya.

Namun, hasil lab terhadap sampel premium yang diambil dalam uji petik yang dilakukan BPH Migas juga menemukan adanya sampel bensin Premium 88 yang berasal dari fuel pump mobil taksi yang keruh mengandung gum dan sulfur melebihi batas maksimum dan mengandung beberapa jenis logam (Cu, Zn, Fe, Pb).

(ddn/bgj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads