Rem, Celaka Kalo Dianggap Sepele

Rem, Celaka Kalo Dianggap Sepele

- detikOto
Senin, 14 Des 2009 08:56 WIB
Rem, Celaka Kalo Dianggap Sepele
Jakarta - Percaya atau tidak, aktivitas mengemudi yang paling sulit dilakukan adalah saat melakukan pengereman. Ya, piranti yang satu ini harus diperlakukan khusus, bila dianggap sepele, malah bikin celaka!

Direktur Jakarta Defensif Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, sepertinya bisa memberikan sedikit gambaran mengenai aktifitas pengereman sebagai bagian dari dinamika kendaraan.

Pertama paradigma yang salah ketika membicarakan rem. Saat mobil direm, kadang terdengar bunyi decitan, maka itu adalah rem yang pakem. Benarkah? ternyata tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Justru ketika melakukan pengereman, bunyi decitan seperti itulah yang harus dihindari, karena berarti roda sudah terkunci dan tidak berputar, sehingga tidak ada traksi atau gesekan antara ban dengan permukaan jalan.

Memang kaki sudah menginjak pedal rem, namun mobil belum tentu berhenti, karena ternyata bunyi decitan pertanda roda tidak berputar, tapi terseret. Saat seperti itu tidak ada yang bisa dilakukan, karena mobil tidak akan bisa dikendalikan.

"Kuncinya adalah, bagaimanapun keadaan mobil, usahakan roda tetap berputar," ujarnya.

Karena ketika roda hanya terseret, tidak akan ada traksi, walaupun setir dibelokkan ke kanan atau kiri, tetap saja laju mobil tidak bisa diarahkan. "Orang sering bilang, itu rem nya blong, padahal tidak!" ujarnya.

Sehingga, saat ini sangat disarankan setiap mobil sudah menggunakan teknologi Anti Lock Brake Sistem (ABS), karena fitur tersebut bisa menjaga roda tetap berputar meskipun kita melakukan pengereman ekstrim.

Meskipun, Jusri tetap menyarankan, ketika melakukan pengereman jangan menunggu keadaan mobil terdesak, sehingga terpaksa melakukan pengereman.

"Akan lebih baik kalau kita mengantisipasi, sehingga bisa memperkirakan kapan waktu mengerem yang baik," tambahnya.

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads