Nah, menurut Ketua Komunitas Karimun Club Pujiyono Wahyuhadi, gejala ndut-ndutan Karimun itu memang wajar.
"Sebenarnya ini adalah gejala normal, jadi tidak ada masalah dengan mesin atau AC pada Karimun anda," ujar Ketua Karimun Club Indonesia, ketika dihubungi detikOto akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun jangan khawatir, ada triknya kok untuk meminimalisir gejala ndut-ndutan tersebut," ujar Pujiyono, yang juga mengaku sudah mengaplikasikan trik ini pada Karimun kesayangannya.
Caranya, ganti pulley AC standar Karimun dengan pulley yang sudah dimodifikasi ukurannya menjadi lebih kecil, sehingga saat kompressor bekerja on off, gejala tersebut sudah tidak begitu terasa.
Modifikasi tersebut juga membuat tenaga Karimun jadi naik seperti tidak memakai AC dan jelas lebih irit bahan bakar, AC pun tidak terlalu pengaruh, tetap adem dan sejuk.
Kalau dilihat dari atas mesin, terletak dibagian paling bawah, yakni pulley crankshaft, dan mempunyai 2 jalur transfer belt, salah satu jalur ini menghubungkan mesin dengan kompressor AC.
Nah rasio pulley yang ke AC inilah yang dikecilkan, sementara yang lainnya tetap, sehingga kerja mesin menjadi lebih ringan ketika AC hidup.
Pulley-set AC ini terdiri dari Pulley dan Beltnya, dan merupakan barang modifikasi jadi bukan bawaan Suzuki, sehingga agak sulit mencarinya.
Menurut Kosidin, selaku mekanik dari bengkel Lotus, di bilangan Bintaro, memang dengan mengganti pulley AC jadi lebih kecil membuat putaran mesin tidak nyentak ketika AC bekerja,
"Jadi kaya mobil cc besar," ujar Kodi panggilannya, kepada detikOto, Selasa, (14/4/2009).
Pulley tersebut, imbuh Kodi, selama tidak menghambat arus AC, dan tidak membuat panas, tidak masalah pada kinerja mesin.
"Kan fungsinya untuk menggerakkan kompresor AC, jadi tidak ada masalah ke mesin. Justru malah bagus, putaran jadi lebih ringan, sehingga mesin halus tidak menyentak," ujarnya.
Sehingga, masih menurut Kodi, dengan diperkecilnya ukuran pulley tersebut, gejala ndut-ndutan, ataupun mesin menyentak ketika AC dinyalakan atau dimatikan, bisa diminimalisir.
"Hanya saja, perhatikan ukurannya, tentunya tidak bisa sembarangan diperkecil," ujar Kodi mengingatkan.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?