Motor Habis Lewati Banjir, Perlu Langsung Ganti Oli?

ADVERTISEMENT

Motor Habis Lewati Banjir, Perlu Langsung Ganti Oli?

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 28 Des 2022 07:48 WIB
Sejumlah pengendara motor dan warga berjalan melintasi banjir di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (6/11/2022). Banjir setinggi 10 cm hingga 90 cm menggenangi sejumlah ruas jalan, permukiman penduduk dan fasilitas umum di Kota Singkawang akibat tingginya curah hujan sejak Sabtu (5/11/2022) malam hingga Minggu (6/11/2022) di wilayah setempat. ANTARA FOTO/Reza Novriandi/jhw/wsj.
Ilustrasi motor terobos banjir. Foto: ANTARA FOTO/REZA NOVRIANDI
Jakarta -

Memasuki musim hujan, genangan dan juga banjir di sejumlah wilayah tak dapat terhindarkan. Kendati demikian, masih ada pengendara yang nekat melintasinya terutama bagi pemotor. Padahal bila jalanan yang terendam banjir itu cukup tinggi untuk dilintasi, berpotensi membahayakan motor.

Mengutip laman Wahana Honda, genangan air itu bisa terhisap masuk ke ruang mesin. Hal itu membahayakan karena dapat tercampur dengan oli. Lalu perlukah untuk segera mengganti oli? Sebagian pengendara mungkin langsung mengganti oli ketika menyadari motornya melintasi genangan tinggi.

Bila genangan yang dilintasi masih aman, penggantian oli tidak perlu dilakukan. Namun bila genangan air cukup tinggi ada baiknya untuk melakukan cek fisik oli. Cek fisik yang dimaksud adalah cek dari warna oli, kalau berubah jadi keruh dan kasar tandanya memang sudah terkontaminasi air. Perubahan warna itu menyerupai susu kental dan lengket, bisa jadi oli sudah terkontaminasi oleh air.

Pengecekan dilakukan guna memastikan air tidak tercampur oli dan tidak masuk ke dalam mesin. Adapun ketinggian genangan yang tidak aman dilintasi biasanya di atas 30 cm. Ada baiknya, bila genangan melebihi 30 cm kamu tidak memaksakan motor untuk lewat. Besar kemungkinan air tersedot ke dalam mesin dan membahayakan.

Lebih berbahaya lagi bila oli masuk ke ruang bakar karena dapat menyebabkan piston bengkok, dampak terburuknya bisa membuat blok mesin pecah. Air memiliki sifat merusak pada bahan logam. Air yang terkompresi akan seperti besi, bayangkan bila piston beradu dengan besi. Karena itu jika ada indikasi oli tercampur air, lebih baik segera ganti baru.

Kalau merasa tidak yakin, setelah melibas banjir ada baiknya kamu langsung mengecek kondisi oli. Pengecekan bisa dilakukan sendiri atau untuk lebih pasti bisa membawa motor ke bengkel terdekat. Dengan begitu, kerusakan pada motor bisa diantisipasi.



Simak Video "Amankah Kendaraan Gonta-ganti Merek Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT