ADVERTISEMENT

Salah Kaprah Naik Motor Lagi Hujan Malah Pakai Sandal Jepit

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 16 Sep 2022 08:34 WIB
Pemudik menerobos hujan saat melintas di jalur Pantura, Widasari, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/4/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, potensi hujan lebat dan angin kencang wilayah Pantai Utara Jawa. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/rwa.
Jangan pakai sandal jepit ketika naik motor dalam kondisi hujan (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta -

Sejak beberapa pekan terakhir, sejumlah daerah di Indonesia terus-terusan diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara motor mulai mengganti sepatunya dengan sandal. Memangnya aman?

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, menggunakan sandal saat mengendarai motor merupakan perbuatan keliru. Menurutnya, bagaimana pun kondisinya, usahakan tetap menggunakan sepatu.

"Bahwa kaki sangat berperan ketika naik motor, stop/berhenti pasti kaki pengendara turun, kurang seimbang pasti kaki jadi tumpuan, menginjak kotoran ketika berhenti pasti tidak sehat dan lain-lain," ujar Sony kepada detikOto.

Menurutnya, saat mengendarai motor, idealnya seseorang memakai peralatan berkendara lengkap (full gear) dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sebab, kata dia, karakternya yang terbuka membuat perlindungan di sepeda motor sangat minim.

"Kalau crash badan jadi kontak langsung dengan obyek terdekat dan dengan kecepatan tidak tentu, nah pasti sandal lepas dari kaki sehingga tapak tidak terlindungi," tuturnya.

Seandainya pemotor khawatir sepatu kesayangannya menjadi kotor dan lembap lantaran tersiram air hujan saat naik motor, maka bisa diakali dengan memakai sarung sepatu.

Sarung sepatu yang dibuat dari bahan karet alias rubber juga memiliki berbagai pilihan warna sesuai selera. Pemotor bisa membelinya di toko terdekat dengan harga terjangkau.

Sementara di lain kesempatan, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto mengatakan, memakai sandal sama saja membiarkan salah satu bagian tubuh terbuka (tanpa perlindungan). Sehingga, berpotensi terluka atau mengalami goresan.

"Pernah beberapa kejadian, pengendara yang pakai sandal jepit itu otot jarinya putus. Dulu peserta training saya ada yang begitu, 3 otot jarinya putus. Bisa putus karena dia lagi jalan dari arah Condet ke Cililitan, ada pengendara lain dari arah sebaliknya, kakinya dia terbentur dengan pedal rem dari motor arah sebaliknya itu. Dia nggak terasa, tahu-tahu menggigil, pas lihat ke bawah sudah putus otot jarinya. Kalau pakai sepatu kan tidak akan kejadian seperti itu," kata Hendrik, belum lama ini.



Simak Video "Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit, Kakorlantas: Bahaya Kalau Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT