5 Cara Merawat Suspensi Sepeda Motor

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 17 Apr 2022 09:40 WIB
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memasarkan motor ke-3 yang diluncurkan pada bulan November ini. Setelah Aerox Connected dan Nmax Standar Connected, kini Yamaha Gear bisa menjadi pilihan pemotor Indonesia.
Cara merawat suspensi sepeda motor. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Suspensi alias peredam kejut menjadi salah satu perangkat penting pada sepeda motor. Tentunya harus dilakukan perawatan secara rutin agar tetap awet dan nyaman saat digunakan melewati beragam karakter jalan, seperti melintasi jalan berlubang atau bergelombang.

"Suspensi punya peran penting agar motor tak menerima terlalu banyak beban akibat goncangan yang terjadi. Mengingat pentingnya peran suspensi pada sepeda motor, maka kami memberikan beberapa tips dalam perawatan suspensi agar awet dan mendukung aktivitas berkendara dengan lancar," ungkap Muslian, Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers.

Berikut beberapa tips merawat suspensi motor:

1. Jaga Kebersihan Suspensi

Kotoran yang menempel di area kerja suspensi jika tidak dibersihkan akan bikin lecet inner tube atau batang suspensi, yang akan menyebabkan suspensi mengalami kebocoran dan menurunkan kualitas kerja suspensi. Sebaiknya cuci motor secara berkala dan bersihkan area suspensi dengan seksama. Jika kehujanan segera bilas/cuci motor, pastikan juga area suspensi aman. Sifat korosi air hujan bisa merusak suspensi secara perlahan-lahan.

2. Hindari Rute Jalan Rusak

Jalan yang tidak rata atau berbatu bisa memberikan beban tambahan bagi suspensi. Terlalu sering melewati jalan seperti ini tentu saja akan mengurangi usia suspensi. Ketika terpaksa melewati jalan tidak rata, Anda harus berkendara ekstra hati-hati dan tidak ngebut, supaya dapat membantu meringankan kerja suspensi. Ngebut di jalanan berbatu sangat berisiko, bisa membuat suspensi bocor karena goncangan tanpa jeda. Jangan lupa agar berhati-hati dan menghidari batu atau obyek yang terlalu besar untuk dilewati.

3. Tidak Membawa Beban Terlalu Berat

Sepeda motor memiliki batas maksimal beban yang diizinkan sesuai buku petunjuk pemilik. Jika terpaksa membawa beban berlebih, maka performa motor Anda tentu saja akan berkurang secara signifikan. Salah satu fungsi yang terganggu akibat bawaan beban yang terlalu berat adalah fungsi suspensi. Suspensi akan bekerja ekstra keras saat beban yang dibawa melebihi kapasitas maksimal.

4.Tidak Memodifikasi Suspensi

Aksesori yang umum dipasang pada suspensi biasa disebut anting. Pemasangan anting ini membuat bagian belakang motor tampak tinggi. Tahukah Anda, ternyata pemasangan anting ini justru membuat suspensi tidak bisa bekerja maksimal. Bahkan dalam beberapa kasus penambahan aksesori dan modifikasi suspensi ini menjadikan suspensi tidak berfungsi sama sekali bahkan suspensi bisa patah.

5. Mengganti Oli Suspensi Secara Rutin

Penggantian oli suspensi bagian depan biasanya dilakukan setiap 15.000-20.000 km/1,5 - 2 tahun pemakaian motor (mana yang tercapai terlebih dahulu). Namun jika beban bawaan selalu berat atau Anda harus melewati jalan tidak rata terlalu sering, gantilah oli suspensi Anda di bengkel resmi jika dirasa sudah tidak nyaman pada bagian suspensi.

(lua/riar)