Rabu, 04 Mar 2020 13:32 WIB

Wajib Tahu: 'Masker Ojol' Lebih Bagus dari N95 untuk Tangkis Corona

Ridwan Arifin - detikOto
Jawa Barat siaga 1 virus corona, pasca dua warga Depok positif corona. Untuk menangkal penyebaran virus tersebut, warga Kota Bandung ramai-ramai gunakan masker. Warga menggunakan masker untuk menghindari tertularnya virus Corona Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Masuknya virus Corona di Indonesia, banyak masyarakat yang khawatir dan memburu masker sebagai langkah antisipasi. Seorang dokter dan juga bikers motor gede menyebut 'masker ojol' lebih efektif tangkis corona.

Wibisono, dokter yang hobi bermotor dan bertugas di RS Dr. Moewardi Solo, PKU, dan RS Indiarti Solo, mengatakan virus bisa dicegah masuk ke dalam tubuh dengan bantuan masker.

"Yang pasti kalau masker yang untuk bedah pasti itu bisa menangkal. Itu lebih bagus dari masker N95, cuma masker bedah itu hanya untuk sekali pakai. Karena kalau dipakai berulang-ulang dicuci dan lembab, daya saringnya sudah berubah," ujar anggota MedDocs and Friend saat dihubungi detikOto.

Untuk diketahui masker N95 memiliki satu lapisan filter, dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran > 0,3 mikron sehingga efektif untuk menyaring virus hingga polutan. Dan dilapisi dengan karbon aktif.

Masker N95 ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak, ibu hamil, orang tua (lansia) hingga pasien paru kronik serta untuk penggunaan di dalam rumah.

Tidak seperti masker bedah yang hanya sekali pakai. Setidaknya masker N95 dapat digunakan hingga lima kali.

Sementara masker bedah yang biasa digunakan tim kesehatan ini memiliki warna hijau dan biru. Lapisan masker ini tipis dan banyak orang yang menyebutnya sebagai masker ojol. Masker ini umum digunakan saat kita berkendara agar tak terkena paparan polusi atau debu.

Masker bedah yang digunakan di RS berfungsi untuk mencegah tetesan cairan tubuh seperti keringat, air liur serta dahak. Agar cairan di dalam tubuh pasien atau orang yang terpapar penyakit tidak menyebar ke tempat lain yang sudah steril.

Masker bedah mungkin bisa dibilang jadi masker yang paling populer sering digunakan oleh ojek online (ojol) karena relatif murah dan mudah didapat. Masker ini memiliki beberapa lapisan berbahan serat dengan ketebalan relatif tipis.

Kemenkes dan WHO pun menyarankan sebaiknya hanya orang sakit yang menggunakan masker.



Simak Video "WHO Sarankan Usia 60 Tahun Pakai Masker Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com