Selasa, 25 Feb 2020 09:46 WIB

Bahaya yang Mengintai Jika Pemotor Nekat Terobos Banjir

Tim detikcom - detikOto
Sejumlah pengendara nekat terobos banjir di Jalan Raya Villa Mutiara Indah, Periuk, Tangerang, Kamis (6/1/2020). Banjir yang melanda kawasan ini sudah memasuki hari ke-5. Pemotor sebaiknya jangan nekat menerobos banjir. Akibatnya motor bisa mengalami gejala water hammer. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Jalanan di Jakarta dan sekitarnya mengalami banjir di beberapa titik. Hujan yang mengguyur hingga pagi tadi menyebabkan genangan di jalanan. Pemotor harus lebih bijak dan disarankan untuk tidak nekat menerobos banjir yang terlalu dalam.

Jika ada jalan yang terdapat genangan air yang cukup dalam, disarankan untuk tidak melewatinya dan mencari rute alternatif. Kalau nekat menerobos banjir, ada bahaya yang mengintai untuk sepeda motor.

Banjir bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin kendaraan. Jika kendaraan dipaksa menerjang banjir, risiko terparahnya adalah mesin mengalami water hammer.

Diingatkan kembali, water hammer adalah keadaan saat kendaraan mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Gejala ini akan membuat setang piston bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan yang paling parah, melengkungnya head silinder.

Gara-gara water hammer, pemilik motor pasti akan menguras kantong lebih dalam lagi. Sebab, perbaikan water hammer tentu tidak murah.

Beberapa pakar menyarankan agar pengendara tidak menerobos banjir. Soalnya, air bisa masuk ke filter udara dan tersedot hingga ruang bakar dan berisiko mengalami water hammer. Selain itu, air juga berisiko merusak bagian elektronik kendaraan.



Simak Video "Gugatan Korban Banjir ke Anies Diterima Majelis Hakim"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com