Sabtu, 15 Jun 2019 12:10 WIB

Pelek Motor Peang Habis Menghajar Lubang, Perlukah Diganti?

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi Pelek Foto: detikOto Ilustrasi Pelek Foto: detikOto
Jakarta - Jalur Pantura jadi rute favorit bagi para pengguna motor yang ingin mudik ke kampung halaman. Namun dengan kondisi jalanan yang tidak selalu mulus dan penuh lubang di beberapa titik, jalur Pantura bisa menghadirkan banyak masalah di motor.

Kaki-kaki sudah pasti jadi area yang paling terdampak. "Di bengkel kami ada 2 motor yang kaki-kakinya udah kena. Pelek peang," kata Service Advisor Honda TDM Bekasi, Agung Budiono, saat ditemui detikcom.



Menurut Agung, pelek di motor bisa peang karena menghajar lubang saat kecepatan tinggi. "Karena daripada dia menghindari lubang malah berpotensi tabrakan dengan kendaraan lain, jadi lebih baik lubang itu dihajar sekalian," kata Agung.

Jika pelek sudah peang, menurut Agung tidak harus langsung diganti. Pelek yang peang bisa dipresisikan kembali dengan metode press. Dan hasilnya masih aman digunakan untuk harian.



"Tapi kalau pelek sudah ada bagian yang pecah. Maka saran kami harus ganti baru. Memang benar pelek pecah bisa dirapikan kembali pakai las, tapi menurut kami itu tidak aman karena pelek bisa pecah lagi sewaktu-waktu," pungkasnya.

Jika motor detikers mengalami pelek peang lebih baik segera diperbaiki ya. Karena jika tidak, motor bakal terasa geal-geol saat dikendarai. Pengendalian pun jadi kacau. Selain itu, pelek peang juga bisa membuat ban jadi gampang kempis. Sebab angin dari dalam akan mudah keluar melalui sela-sela pelek yang sudah menganga. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed