Minggu, 25 Nov 2018 21:12 WIB

Kendaraan Tak Punya ABS? Begini Cara Ngeremnya

Rizki Pratama - detikOto
Motor dengan Rem ABS. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Akhir-akhir perdebatan mengenai kewajiban ABS untuk kendaraan cukup hangat di dalam negeri demi mengurangi kecelakaan lalu lintas. Berbeda dengan sejumlah negara di luar negeri, di Indonesia hingga saat ini belum diwajibkan penjualan kendaraan dengan ABS.

ABS berfungsi agar saat pengereman keras roda tidak terkunci. Dengan roda yang tidak terkunci, kendaraan masih bisa dikendalikan dengan mudah untuk menghindari tabrakan.

Meskipun belum ada regulasi terkait ABS, beberapa APM sudah mulai memasarkan beberapa produk mereka dengan paket sistem pengereman tersebut. Bagi Anda yang belum memiliki kendaraan bersistem ABS tidak perlu takut karena Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC) punya kiatnya agar pengereman tidak menghasilkan potensi kecelakaan.



"Tujuan ngerem secara filosofis adalah untuk menghentikan putaran roda bukan untuk menghentikan kendaraan. Jika kita ngerem dan terkunci, setirnya mau dibelokkan bagaimanapun dan rodanya sudah berhenti akan terjadi skid yang tidak bisa dikendalikan," tutur Senior Instructor & Researcher of Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC), Adrianto Sugiarto Wiyono dalam acara workshop Defensive Riding yang diselenggarakan Hankook Tire di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk menghindari kehilangan kendali saat mengerem diperlukan teknik khusus. "Cara mengerem yang benar adalah (ban) tidak boleh terkunci. Kalau sampai terkunci harus kita lepaskan lagi kemudian direm lagi," ujar Adrianto yang akrab disapa Rian.

Dalam kondisi normal ada nama teknik pengereman Ease and Squeeze. Ini dilakukan ketika keadaan yang tidak terlalu berbahaya. Sedangkan untuk dalam keadaan emergency ada 2 teknik pengereman yang bisa dipilih, Threshold Braking dan Pulse Braking.



"Threshold Braking adalah pengereman yang 90 persen, maksudnya adalah kalau 100 persen roda terkunci sedangkan 90 persen roda tidak terkunci. Jadi ngerem semakin dalam dan cari celahnya supaya tidak sampai terkunci," papar Rian.

Sedangkan untuk Pulse Braking mirip dengan cara kerja ABS. Caranya adalah dengan mengocok rem, yaitu rem-lepas-rem-lepas secara cepat.

"Dalam ABS berapa kali dalam satu detik terbuka dan tutup saat pengereman, nah kita mengikuti itu. Sebenarnya ABS itu meniru teknik Pulse Braking supaya lebih banyak mendapatkan denyut supaya tidak terkunci," papar Rian.

Teknik pengereman emergency ini tujuan utamanya adalah menghindari roda terkunci. "Pertama tujuan emergency braking dilakukan adalah menghindari roda terkunci, kedua bukan untuk memperpendek jarak," tambah Rian.

Rian menegaskan bahwa emergency braking dan penerapan teknologi ABS bukan untuk memperpendek jarak melainkan mendapatkan kendali kendaraan agar terhindar dari tabrakan. "Itu diharapkan kita bisa menghindar dan tidak menabrak."


Kendaraan Tak Punya ABS? Begini Cara Ngeremnya
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com