Selasa, 23 Okt 2018 19:29 WIB

Masih Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Nggak Sayang Nyawa?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penampakan Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho Penampakan Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Masih banyak pengendara yang menerobos palang pintu perlintasan kereta. Padahal, hal tersebut mengancam nyawa pengendara itu sendiri.

Hingga saat ini banyak kecelakaan akibat pengendara menerobos perlintasan kereta yang sudah berbunyi dan palang pintunya sudah ditutup. Tak jarang nyawa melayang akibat menerobos perlintasan kereta ini.

Andry Berlianto, instruktur Rifat Drive Labs, mengatakan perilaku tersebut adalah perilaku yang sangat ceroboh dan berbahaya karena nyawa taruhannya. Apalagi saat kita berasumsi bahwa perlintasan tersebut aman.



"Itu merupakan bukti rendahnya ketaatan pengendara kepada peraturan, lemahnya kedisiplinan dalam menghargai waktu dan nyawa. Bayangkan kereta baru bisa berhenti setelah (+/-) 800 meter setelah rem darurat kereta ditekan, jadi tertabrak dalam jarak dekat adalah jaminan yang tidak dapat dihindari," kata Andry kepada detikOto, Selasa (23/10/2018).

Andry menegaskan, seharusnya pengendara berhenti saat sudah mengetahui bel perlintasan berbunyi. Pengendara juga tidak boleh memaksa masuk dengan alasan tanggung, masih lowong, masih sempat dan lain-lain.



"Di perlintasan tanpa pintu pastikan melihat apakah ada penjaga rel perlintasan dan minta bantuan petugas atau sebelum menyeberang pastikan bisa memonitor sekeliling dengan melihat kanan-kiri-dan kanan lagi," sebutnya.

"Berikan ruang di atas rel menjadi kosong saat kita hendak melintas agar terhindar terjebak di tengah rel," tambah Andry. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed