Kamis, 22 Feb 2018 13:28 WIB

Doni Tata Ingatkan Balapan di Jalanan Lebih Bahaya daripada di Sirkuit

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Di era milenium ini perilaku balap liar belumlah padam. Padahal sudah sering terjadi beberapa kecelakaan. Pebalap Doni Tata Pradita mengingatkan kepada seluruh para pengguna sepeda motor untuk berhenti melakukan hal itu.

Bersama Rifat Drive Labs, ia memaparkan bahwa balapan di jalanan jauh lebih berbahaya daripada sirkuit. Soalnya, halangan yang membentang dijalan umum sangatlah banyak.

"Di jalan raya banyak halangan sedangkan di sirkuit tidak. Tanggung jawabnya juga bukan ke diri kita sendiri, tapi pengguna jalan lainnya," kata Doni kepada wartawan di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Dalam kesempatan yang sama, salah satu trainer Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi mengungkapkan bahwa jalan raya merupakan zona paling berbahaya. Tidak ngebut pun, cukup banyak yang terjatuh dari sepeda motornya

"Di sirkuit semua yang akan kita lakukan, kita yang kontrol. Mau rem, gas, kita yang perintahkan. Sedangkan di jalan raya, yang merintahkan fungsi itu siapa saja, mulai dari pengemudi lain, sopir hingga pejalan kaki. Contoh, bajai berhenti kita akan ikut berhenti," ucap Herry.

"Maka, di jalan raya yang memerintahkan pengereman atau gas itu orang lain. Artinya ketika di jalan raya kita masuk zona ring of the fire. Lingkungan zone paling bahaya," tambahnya.

Jadi, jangan balap-balapan di jalan raya lagi ya, Otolovers. "Kalau terjadi crash (tabrakan), di sirkuit itu areanya luas jadi sekalipun cedera tidak parah. Sedangkan jalan raya, ada trotoar, halte, selokan, orang lain, banyak lagi. Jadi saya ingatkan agar berkendara aman di jalan raya sebab kita harus menghormati pengendara lain," tutup Doni. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed