Sekretaris Jenderal Motor Besar Club (MBC) Indonesia, Irianto Ibrahim, mengatakan saat akan melakukan konvoi sebaiknya pengendara moge melakukan berbagai persiapan. Saat berada di jalan pun, ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
"Mengendarai moge itu perasaan harus tenang, tidak boleh emosional. Karena naik motor besar itu kuping, mata, feeling, semua harus dipakai. Bayangkan saja bobot ada 1.600-2.000 cc. Mau belok saja harus hati-hati," terang Irianto kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah kalau mau naik moge, ya sebaiknya jangan makan nasi banyak-banyak deh, bikin ngantuk," ujar Irianto.
Dia menggarisbawahi, saat konvoi, pengendara juga perlu menjaga jarak antar moge di depan dan belakangnya. Sehingga apabila terjadi sesuatu di depannya, seperti pengereman mendadak, benturan bisa dihindarkan.
"Standarnya enggak terlalu mepet dari depan dan belakang jaraknya dijaga 5 sampai 10 meter, kalau dengan kecepatan 60 km per jam," sambungnya.
Menurutnya, pihaknya sendiri selalu berkomitmen menghargai sesama pengguna jalan, apalagi di Jakarta yang lalu lintasnya hampir selalu padat.
"Di MBC sendiri kita komitmen hargai sesama pengguna jalan. Ayo kita hargai, karena kita sama-sama masyarakat biasa. Saya harapkan pengguna moge di Jakarta bisa sabar, menghadapi crowded (kepadatan) Jakarta. Harus sabar hargai orang lain dan bisa berdisiplin," pungkas Irianto. (idr/lth)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!