Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 20 September 2017, 12:09 WIB

Hindari Tabrakan Domino di Jalan Raya, Apa yang Perlu Dilakukan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Hindari Tabrakan Domino di Jalan Raya, Apa yang Perlu Dilakukan? Foto: dok. Instagram (@irsan56)
Jakarta - Risiko kecelakaan di jalan raya memang ada. Ketika kita sudah menjaga agar berkendara aman, ada saja pengendara lain yang tidak menerapkannya sehingga risiko kecelakaan pun ada.

Baru-baru ini terjadi kasus kecelakaan domino di Jakarta. Seorang pemotor yang menikung ala pebalap MotoGP atau cornering di jalan raya terjatuh. Dan seperti domino yang dirobohkan, motor yang jatuh itu menumbangkan motor-motor lain di sekitarnya.



Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menganggap risiko tabrakan domino bisa saja terjadi. Untuk itu, setiap pengendara diharapkan bisa menerapkan cara berkendara defensif.

"Sebenarnya kecelakaan itu walaupun sebagai konsekuensi juga bisa menimbulkan kecelakaan bagi orang lain. Contohnya kayak kasus tadi (pemotor yang tumbang setelah menikung ala pebalap MotoGP), begitu terjadi kecelakaan menimbulkan efek domino bagi pengendara di sekitarnya," kata Jusri kepada detikOto, Selasa (19/9/2017).



Yang harus disikapi pengendara, kata Jusri, adalah tindakan antisipatif. Pengendara harus selalu mengantisipasi segala kemungkinan terburuk.

"Di mana saja ketika ada kendaraan bermotor lain di kanan, kri, depan, belakang, maka satu kecelakaan yang terjadi bisa menimbulkan kecelakaan lain, terjadi efek domino. Sementara ini, referensi orang yang biasanya terjadi kecelakaan efek domino adalah kecelakaan di tol. Padahal nggak, di dalam kota, di jalur-jalur biasa atau di mana saja ada kendaraan lain, ketika kita berinteraksi dengan kendaraan lain, efek domino itu bisa saja terjadi. Jadi apa yang harus dilakukan adalah antisipatif. Ketika kita berkendara, bukan hanya konsen terhadap apa yang akan kita lakukan, tapi juga mengantisipasi kemungkinan kesalahan orang lain, kemungkinan terhadap kecelakan yang terjadi di depan, samping atau belakangnya," jelas Jusri.



Menurut Jusri, tindakan antisipatif pengendara bisa memanfaatkan mata dan telinga. Begitu terbaca ada pengendara yang mengancam bahaya, segera jauhi.

"Kita punya mata, punya telinga. Begitu kita mendengar motor lain ngebut, segera kita mengurangi kecepatan atau menjauh dari lintasan yang akan dilalui motor tersebut. Mata mendeteksi bahaya yang bisa mengancam, jauhkan, jangan masuk. Misalnya dari awal ada orang kebut-kebutan, jangan lewat jalan itu. Itu kan bagian dari tindakan preventif," kata Jusri. (rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed