Terpaksa Ganti Ban Motor Bekas? Perhatikan Hal ini

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Minggu, 06 Agu 2017 19:03 WIB
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Bukan hanya ban baru yang diperjualbelikan, ban bekas juga ada. Ketika terjadi kebocoran dan tidak punya biaya lebih untuk membeli ban baru, pengendara biasanya memilih ban bekas, baik ban luar atau ban dalam bekas.

Namun saat terpaksa memilih ban bekas, jangan asal memilihnya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli ban bekas. Yang pertama perhatikan kedalaman kembangan dari ban itu sendiri.

"Biasanya ada titik indikator namanya TWI (tread wear indicator), biasanya di antara kembangan di kedalaman itu, ada satu karet yang agak nonjol," Ujar pemilik bengkel Rumah Ban Motor, Aldrin, saat ditemui detikOto, di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Nah itu biasanya kalau sudah kena atau sudah rata sama indikator itu, biasanya sudah harus ganti sebenarnya, tanda ban itu sudah haus," tambahnya.

Selain itu, Kata Aldrin juga ada oknum-oknum iseng, yang membuat ban bekas secara kasat mata memiliki kembangan yang masih bagus.

"Dibatik ulang, biasanya kalau ban sudah botak, biar kembangannya masih terlihat dalam itu di seset lagi dia, dibuat kembangan sendiri manual, biar keliatannya masih dalam kembanganya, masih bagus," tuturnya.

Sedangkan untuk ban dalam bekas, lanjut Aldrin menjelskan hanya perlu memeriksa tingkat kelenturan dari ban dalam itu sendiri.

"Sudah kaku atau belum. Biasanya kalau sudah kaku itu tandanya dia sudah lama akhirnya kaku, nah kaku sendiri kan getas lebih rentan bocor," pungkasnya (khi/ddn)