Namun cara kerja sistem tersebut dikatakan Pelatih Safety Riding & Safety Driving Ditlantas Polda Metro Jaya, Aiptu Bambang Margono, memiliki kelemahan sendiri.
"Karena kalau di ABS itu, speed seberapa, dia harus bisa membaca jarak kendaraan di depannya, tidak bisa seperti rem manual," ujarnya kepada wartawan, di Kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh, sistem pengereman ABS itu tidak digunakan untuk superbike, makanya dia (superbike) manual, saat dia butuh rem belakang, pakai rem belakang, depan pake rem depan, tapi yang ABS ini mereka motor ditarik (digas) kenceng, jaraknya terlalu mepet dengan kendaraan apalagi di depannya roda empat. Kalau rem mendadak (sistem) ABS (kendaraan) bisa jalan terus," tutur Bambang.
Bambang menambahkan pengendara yang menggunakan motor dengan sistem ini harus bisa membaca jarak dengan kendaraan lain.
Contoh jarak ideal agar berkendara dengan motor yang disematkan sistem pengereman ABS aman adalah 25 meter jika kecepatan 60km/jam.
"Berarti jarak kita dengan kendaraan di depannya harus 25 meter, karena saat ditekan (rem ABS), dia akan berhenti dengan kisaran jarak 17 meter, dia tidak mau berhenti sesuai yang kita inginkan," ujarnya.
Jadi membaca jarak yang dikatakan Bambang dikarenakan kendaraan dengan sistem pengereman ABS, akan terus melaju meski sudah direm.
"Dia tidak mau berhenti sesuai yang kita inginkan, dan kalau dia punya jarak 15 meter (dari kisaran jarak 17 meter), berarti ada sisa dua meter, nah jarak yang dua meter itu yang bikin dia celaka," katanya.
Untuk itu lanjut Bambang mengatakan, meski dikalim aman, sistem pengereman ABS juga punya kelemahan. "Karena kalau di ABS itu speed seberapa, dia harus bisa membaca jarak kendaraan di depannya, tidak bisa seperti rem manual," tutupnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu