Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 20 Januari 2017, 17:15 WIB

Ini Bagian Motor yang Rentan Rusak ketika Kecelakaan

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Ini Bagian Motor yang Rentan Rusak ketika Kecelakaan Ilustrasi (Foto: Dok. TMC Polda Metro Jaya)
Jakarta - Ketika pengemudi mengalami kecelakaan saat berkendara, rata-rata terjadi kerusakan ringan sampai yang parah, baik pada si pengendara ataupun kendaraannya.

Untuk kendaraannya sendiri, menurut Kepala Mekanik Astra Motor Jakarta, Eko Eddy Saputro, ketika terjadi kecelakaan atau benturan, ada dua bagian pada motor yang kemungkinan besar mengalami kerusakan. Yaitu cover dan kerangka motor.

"Kalau benturannya kencang, biasanya di bagian depannya bengkok, ya itu harus di-press," ucapnya saat ditemui detikOto, di bengkel resmi Astra Motor, Dewi Sartika, Jakarta.

Selain itu, Eko menjelaskan keseringan ketika terjadi kecelakaan bagian motor yang paling sensitif terjadi kerusakan adalah bagian pelek yang bengkok, segitiga motor, dan pipa shock. "Ya enggak jauh-jauh dari situ lah," ungkapnya.

Posisi motor pada saat terjadi kecelakaan atau benturan juga menentukan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan.

"Kalau cuma lecet-lecet enggak usah di-press, tapi kalau ada kebengkokan di setang enggak bisa (diperbaiki), harus diganti. Tapi kalau segitiga sama pipa shock-nya masih bisa di-press," ujar Eko.

Menurutnya, selain setang, bagian komstir motor juga merupakan bagian motor yang tidak dapat diperbaiki.

"Kalau komstir kalau bongkar pasang udah otomatis harus ganti, walaupun hanya di-press saja," pungkas Eko.

Walaupun bagian segitiga dan pipa shock bisa di-press, lanjut Eko, tidak akan mengembalikan kondisi motor sepenuhnya seperti sebelum terjadi kecelakaan atau benturan.

"Ya enggak akan mencapai 100 persen seperti sebelumnya, paling tidak dari tampak, sama daripada saat kita ngetes setelah perbaikan itu, paling tidak mendekati (kondisi awal)," ucapnya.

Untuk waktu pengerjaan press sendiri dikatakan Eko tergantung seberapa parah kerusakan pada motor tersebut. "Kalau hanya ngepress segitiga bongkar pasang, sehari selesai. Tapi kalau berhubungannya sama body pasti bisa lebih dari dua hari," katanya.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk proses press sendiri juga tergantung pada tingkat kerusakan pada motor tersebut.

"Kalau di tempat kita tergantung, ada yang ringan ada yang berat. Kalau yang ringan itu kalau untuk motor cub (bebek) kurang lebih sekitar Rp 300 ribuan, tapi kalau yang hitungannya berat bisa Rp 450 ribuan," pungkas Eko. (khi/rgr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed