Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto mengatakan, kalau baru pertama kali membeli moge, sebaiknya mengikuti training terlebih dahulu. Atau, biasakan dulu menggunakan motor yang lebih kecil.
"itu kan peralihan. yang pasti dia harus bisa naik motor di bawahnya itu. Misalnya mau beli CBR 650, minimal dia harus bisa naik CBR 250, tinggal peralihan. Kalau pengguna big bike harusnya bukan kategori pemula. Biasanya dia bisa naik motor 250 cc," kata Hendrik saat ditemui di Safety Riding Center Wahana di Jatake, Tangerang, Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia harus belajar misalnya cara dorong motor, cara ngangkat motor, terus pengendaliannya, karena skill harus ditambah," ujar Hendrik.
"Untuk pemula, karena baru pertama kali riding, dia enggak perlu buka gas (saat ingin menjalankan motor), cukup buka kopling saja. Begitu motor jalan, dia mulai kenal karakter motor, mulai dari handling, postur," ujar Hendrik.
Hendrik menekankan, mengendarai sepeda motor yang aman itu perlu dua syarat. Syarat pertama adalah kemampuan, kedua mental.
"Untuk mental, pertama kita harus tenang, lalu harus tahu bahwa motor ini motor cc besar dan bobotnya enggak ringan. Yang perlu diwaspadai, kita jangan sampai menyepelekan bobot motornya. Kalau menyepelekan bobotnya, dari proses parkir saja bisa jatuh karena berat. Terus bukaan gasnya, kalau pikirnya sama saja seperti motor kecil, main dibuka aja efeknya juga bahaya," ujar Hendrik.
"Dia harus benar-benar perhatiin hal-hal kecil. Kalau mau jalan enggak perlu buka gas, lepas kopling aja dulu, enggak bakal mati, karena dia RPM-nya tinggi," tambahnya.
Hendrik juga memberikan tips, sebaiknya menggunakan big bike itu ketika suhu mesin sudah terpenuhi. Sebab, ketika suhu mesin masih dingin, RPM biasanya lebih tinggi sehingga kontrol gas sedikit lebih sulit.
"Kalau langsung dipakai (saat dingin) itu bahaya, kontrol gas jadi enggak bagus. Jadi tunggu suhu yang memang dia layak, biasanya di atas 70 derajat celcius. kalau mesin udah panas, RPM akan stabil. Ada beberapa motor yang ada indikator suhu mesin. Untuk yang enggak ada indikatornya, dengar saja suaranya, kalau RPM udah mulai turun bisa dipakai," saran Hendrik. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia