Selasa, 11 Feb 2014 15:50 WIB

Pilih Ban Tubeless atau Ban Biasa?

- detikOto
Jakarta -

Dilihat dari variasinya, ada dua jenis ban yang beredar di pasaran yakni ban tubeless dan ban dengan ban dalam alias tubetype. Mana yang lebih unggul?

Menanggapi masalah ini, Marketing Communication Manager Planet Ban Bagus Ardian mengatakan kalau ban tubeless dan tube memiliki segmentasi masing-masing.

Ban tubeless menurutnya kini terhitung populer di kalangan pemotor. Salah satu alasannya adalah karena banyaknya ranjau paku di kota besar.

Bila menggunakan ban tube uang untuk menambal ban ditambah dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli ban jika dikumpulkan bisa untuk membeli ban tubeless.

Tapi ternyata, fenomena ini hanya banyak terjadi di kota besar seperti Jakarta, untuk kota di daerah ban dengan ban dalam masih menjadi pilihan

"Untuk pengendara di kota besar seperti Jakarta ban tubeless dominan penjualannya dibanding tube. Faktornya, selain praktis ketika kena ranjau paku, alur ban yang beragam dan stylish jadi pertimbangan. Sebab sekarang konsumen kota banyak memilih ban yang alurnya keren," jelasnya di markas Planet Ban di Depok, Jawa Barat.

Selain masalah fashion itu, ban tubeless secara material juga lebih kuat dibanding ban tube. Sebab ban tubeless kerangka kawat baja yang ada di dalam ban memang didesain agar lebih kuat.

"Ya secara logika wajar. Kan kalau ban tubeless dia harus menahan angin dengan satu ban, sementara tube dengan dua ban. Ban luar dan ban dalam. Otomatis, kerangka tubeless harus lebih kuat dibanding tube, terutama di konstruksi di pinggir ban," jelas Bagus.

Sementara untuk urusan performa, kalau untuk digunakan harian --bukan balap bisa dibilang beda-beda tipis. Karena para produsen ban pun selain mengembangkan performa tubeless tidak lupa mengembangkan pula performa tube mengingat pasarnya yang masih besar.

Wilayah penyebaran pun menurut Bagus cukup bisa dipetakan. Ban tubeless, lanjutnya, cukup banyak menarik minat di Jawa bagian barat termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Urusan harga masalah nomor dua. Sementara di wilayah tengah dan timur, harga menjadi perhatian pertama meski tentu tidak semua konsumen seperti itu.

Salah satu alasan lain adalah karena di banyak daerah masih banyak tukang tambal ban yang belum bisa menambal ban tubeless.

"Fenomena yang unik sekarang, banyak orang yang ingin gaya dengan ban tubeless tapi masih pakai pelek jari-jari. Nah konsumen yang punya motor berpelek jari-jari banyak yang rela beli ban tubeless tapi tetap masih pakai ban dalam," cetusnya.

(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed