1. Tidak boncengan atau 'ngebut' saat motor masih baru
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Motor saat ini adalah adalah motor 4 tak yang dibuat dengan teknologi tinggi tidak seperti motor zaman dulu.
Motor 2 tak memang harus lebih hati-hati dalam masa inreyen ini karena sistem pelumasannya berbeda dengan motor 4 tak.
Jadi pendapat bahwa dalam masa ini kecepatan maksimum 40 km per jam sudah kuno dan tidak benar lagi. Jadi gunakan lah motor secara normal saja.
2. Memanaskan mesin pagi hari di tempat terlalu lama
|
Ilustrasi (detikOto)
|
3. Mengabaikan pemeriksaan sebelum jalan
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Semuanya demi keamanan dan kebaikan bagi diri sendiri serta kondisi sepeda motornya.
4. Saat menstarter, gas dibuka terlalu besar
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Padahal saat start dibutuhkan campuran yang kaya, jadi gas mesti ditutup.
5. Menekan tombol elektrik starter terus menerus
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Bila mesin masih belum hidup, penekanan dihentikan dulu sekitar 5 detik, baru diulang kembali.
Karena starter membutuhkan listrik yang besar, sehingga beri kesempatan pada aki atau baterai untuk istirahat. Namun jika 3-4 kali motor belum hidup, gunakanlah kick starter agar kendaraan bisa hidup.
6. Tidak pernah pakai elektrik starter, karena takut aki cepat habis
|
Ilustrasi (detikOto)
|
7. Pada tipe bebek, gas terbuka terlalu besar di gigi 1
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Seharusnya pada waktu pedal gigi ditekan untuk masuk ke transmisi pertama, gas ditutup penuh baru dinaikan secara perlahan.
Untuk pemula memang perlu latihan, tetapi hal ini tidak sulit.
8. Kaki selalu menekan pada pedal rem
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Ini bisa mengakibatkan terjadinya 'slip' diantara pelat kopling yang mengakibatkan motor tidak bertenaga, dan kopling menjadi aus.
9. Menekan kopling pada saat menikung dengan kecepatan tinggi
|
Ilustrasi (detikOto)
|
Dan menekan kopling di saat menikung dan kecepatan tinggi dapat menimbulkan bahaya karena kendaraan akan menyelonong dan sulit dikendalikan.
10. Anti pakai cuk waktu starter
|
ilustrasi
|
Motor zaman sekarang banyak yang dirancang dengan campuran miskin (udara banyak bensin sedikit), hal ini sangat menguntungkan ditinjau daru pemakaian bahan bakar dan antipolusi udara.
Karenanya hanya pada waktu starter (khusunya waktu mesin dingin) sangat dibutuhkan campuran kaya atau bensin yang banyak dengan udara yang sedikit.
Oleh sebab itu cuk perlu dipakai. Yang penting cuk harus dimatikan kembali setelah mesin hidup dan pastikan tidak terbuka setengah, karena ini bisa menyebabkan bensin menjadi boros.












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Viral BYD Atto 1 Motong Lajur, Diklakson Panjang Nggak Terima Malah Mukul
Toyota Kenalkan 3 Mobil Baru di Indonesia Pekan Depan, Ini Bocorannya