ADVERTISEMENT

Banjir di Mana-mana, Waspada 'Penyakit' Mobil Water Hammer Bikin Kantong Jebol

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 16 Jul 2022 14:10 WIB
Evakuasi warga terdampak banjir di Ciledug, Tangerang (Mulia-detikcom)
Evakuasi warga terdampak banjir di Ciledug, Tangerang (Foto: Mulia/detikcom)
Jakarta -

Beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya tergenang banjir. Waspada, banjir bisa bikin mobilmu rusak. Biaya perbaikannya tidak murah.

Salah satu ancaman kerusakan mobil karena banjir adalah water hammer. Kondisi ini adalah ketika air masuk ke ruang bakar mesin sehingga bikin mesin jebol.

Menurut Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, air tidak bisa dikompresi oleh mesin. Ketika air masuk ke ruang bakar, komponen mesin bisa jebol.

"Pada saat piston naik dan dipaksa, sehingga bengkok setang piston/conrod-nya. Awalnya bengkok dulu. Lama kelamaan jadi patah. Kalau mau lihat, misalnya dibuka head-nya itu pada saat TMA (titik mati atas) turun beberapa mili. Biasanya kalau water hammer tingginya beda, seharusnya rata dengan permukaan silinder, ini agak turun. Karena bengkok berarti dia nggak sampai posisi maksimal di atas. Paling nggak 1 mm-2mm ada bedanya," jelas Didi beberap waktu lalu.

Water hammer mungkin tidak langsung membuat mesin jebol. Ada kondisi mobil mengalami water hammer beberapa waktu setelah menerobos banjir. Gejala awalnya adalah mesin terasa kasar.

"Awalnya mesin kasar. Banyak kejadian dia banjirnya kapan, tiba-tiba jebolnya sekarang, bisa kejadian. Awalnya mesinnya kasar, karena dipaksa lama-lama mesinnya jebol," ujar Didi.

Masalah fatal ketika terjadi water hammer adalah mesin jebol hingga blok silinder pecah. Soalnya, ketika mesin memaksa mengkompresi air yang sebenarnya tidak bisa dikompresi, piston bengkok. Lebih parah lagi, patahan setang piston itu menonjok dinding silinder sehingga silinder mesin pecah.

"Itu olinya pasti ke mana-mana, udah nggak bisa jalan lah," ucap Didi.

Kalau sudah kejadian water hammer, siap-siap keluar duit banyak. Mobil harus turun mesin dan perlu diganti mesin baru jika ingin tetap dipakai. Selain mahal, perbaikannya pun membutuhkan waktu lama.

"Karena ganti blok silinder. Kan harus ketok nomor tuh. Prosesnya agak lama karena harus izin polisi segala macam, nggak sembarangan orang bisa ukir nomor mesin," sebut Didi.



Simak Video "Bogor Banjir, Warga Jakarta-Banten Diminta Siaga!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT