Oli Mesin Menguap saat Macet Parah?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 06 Mar 2022 08:20 WIB
Pelayanan Bengkel Auto2000 Lampung
Oli mobil bisa berkurang saat macet panjang? Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta -

Macet parah sering terjadi di jalanan kota-kota besar. Bahkan saat libur panjang, macet total terjadi di lokasi wisata. Ada anggapan bahwa oli mesin akan menguap dan dapat membahayakan kondisi mesin ketika macet panjang. Benarkah?

Dikutip dari keterangan tertulis Auto2000, oli punya fungsi penting sebagai pelumas komponen mesin yang saling bergesekan. Berikutnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring.

Fungsi selanjutnya adalah mendinginkan mesin mobil. Panas yang timbul akibat gesekan antar komponen mesin yang bergerak akan diteruskan ke dinding blok mesin dan selanjutnya disalurkan keluar untuk didinginkan oleh air radiator. Yang tidak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli akan mencegah terjadinya karat pada komponen mesin mobil.

Soal penguapan oli saat jalanan macet, oli mesin disebut tidak memiliki sistem pendingin khusus. Jadi, oli akan mengalami kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat macet parah.

"Sebagai benda cair, secara alami oli juga mengalami penguapan di suhu tinggi. Memang oli mesin modern memiliki aditif yang membuatnya lebih tahan panas dan tidak mudah menguap. Namun tetap ada batas suhu maksimal sampai akhirnya oli akan menguap," sebut Auto2000.

Kuantitas oli mesin yang tidak sesuai kebutuhan akan membuat tugasnya melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin tidak bisa optimal. Jika dibiarkan akan membuat daya tahan komponen mesin turun dan cepat rusak. Apalagi kalau sampai oli mesin habis total. Komponen mesin yang bergesekan tanpa ada pelumas akan membuat mesin macet dan rusak parah. Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaikinya tidak murah.

Selain penguapan, kualitas oli juga akan berkurang karena pemakaian, terutama ketika sering melewati jalan macet yang membuat oli bekerja keras. Karenanya, sebaiknya pemilik mobil melakukan penggantian oli mesin setiap 6 bulan sekali saat servis berkala. Termasuk, meskipun lebih sering parkir di rumah akibat WFH (work from home), oli tetap wajib diganti secara berkala karena oksidasi yang dapat merusak senyawa oli dan memicu karat.

Setelah mobil melewati jalan yang macet parah, pemiliknya sebaiknya langsung mengecek kondisi oli. Diamkan mobil semalaman setelah dipakai macet-macetan dan besok paginya dapat mengecek volume oli mesin lewat tongkat pemeriksa (dipstick). Pastikan mesin dalam kondisi dingin dan lokasi parkir mobil rata. Sepanjang dalam batas aman, penguapan oli mesin masih wajar saja. Apalagi kalau tidak ada bekas tetesan oli mesin di tempat parkir mobil yang mengindikasikan kebocoran.

Cukup tambahkan sesuai ketentuan dengan oli mesin yang sama jika berkurang. Jangan abaikan dan segera bawa ke bengkel jika ternyata oli mesin terus berkurang walaupun sudah ditambah.

Pemilik mobil harus mengecek oli menggunakan dipstick setidaknya sebulan sekali. Pastikan untuk mengganti oli mesin setiap 6 bulan untuk menjaga kondisinya.



Simak Video " Ini Manfaat Mengganti Oli Mesin Kendaraan Secara Berkala"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)