Mengenal Navigator yang Punya Tugas Penting di Mobil Balap Reli

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 28 Nov 2021 13:13 WIB
MARMARIS, TURKEY - SEPTEMBER 19:  Kalle Rovanpera of Finland and Jonne Halttunen of Finland compete with their Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC during Day One of the FIA World Rally Championship Turkey on September 19, 2020 in MARMARIS, Turkey.  (Photo by Massimo Bettiol/Getty Images)
Navigator atau co-driver memiliki tugas penting di setiap pentas balapan reli. Foto: Getty Images/Massimo Bettiol
Jakarta -

Tidak seperti balapan F1 atau balapan di sirkuit aspal yang hanya hanya menggunakan satu orang sebagai driver, pada balap reli setiap mobil diisi oleh dua orang, yakni driver atau pebalap itu sendiri beserta co-driver atau navigator. Meski kelihatannya hanya duduk manis di samping pebalap, navigator ini punya tugas penting lho. Apa saja ya?

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan pebalap nasional Sean Gelael mengalami kecelakaan saat tampil di ajang Sprint Rally Meikarta 2022, pada Sabtu (27/11/2021). Mobil reli yang dikendarai Sean dan Bamsoet terpelanting dan terguling beberapa kali. Untungnya, kedua tokoh otomotif tersebut bisa mengendalikan keadaan dan selamat dari insiden mengerikan itu.

Sebagai informasi, mereka berdua mengendarai CitroenC3 R5 yang memiliki tenaga 285 dk dan torsi 420 Nm. Mobil itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa supaya safety saat digunakan untuk balap reli. Dalam ajang itu, Sean menjalani fungsi sebagai driver dan Bamsoet yang menjadi navigatornya.

Dijelaskan Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, navigator memiliki tugas yang sangat amat penting di mobil balap reli. Fungsinya adalah sebagai 'mata' bagi pebalap.

"Tugas pertama dari co-driver itu kenal lintasan, kenal di mana spot yang berbahaya, kenal tikungan, dan segala macam. Dari A sampai Z dia harus tahu," kata Sony melalui sambungan telepon kepada detikOto, Minggu (28/11/2021).

Menurut Sony, co-driver biasanya terjun lebih dahulu ke arena sirkuit untuk melakukan observasi. Pengamatan ini biasanya dilakukan jauh-jauh hari, atau sekitar seminggu sebelum balapan.

"Biasanya seminggu sebelum balapan, co-driver akan sibuk mencari data, dia harus tahu detail kondisi jalannya. Jadi ketika nanti mereka lewat medan situ, mereka tahu, begini lho kondisi treknya. Co-driver juga sudah punya chemistry sama pebalap, harus tahu karakter pengemudi apakah agresif atau soft. Kemudian saat balap berlangsung, co-driver dalam waktu sepersekian detik harus menginformasikan kepada pebalap, seperti misalnya dia mengemudi terlalu kencang atau misalnya ketika di depan ada tikungan, dan sebagainya. Jadi co-driver itu yang menjamin keselamatan pebalap dari garis start sampai garis finis, berdasarkan data kondisi jalan yang sudah dipelajari sebelumnya," jelas Sony.

(lua/lua)