Hati-hati, Ini Jam Rawan Kecelakaan di Tol karena Microsleep

Tim - detikOto
Rabu, 24 Nov 2021 09:53 WIB
Jakarta -

Kecelakaan di jalan tol masih sering terjadi. Salah satunya disebabkan oleh faktor manusia, ketika sopir mengalami microsleep. Kondisi ini membuat sopir kehilangan kendali atas kendaraannya hingga menimbulkan kecelakaan.

Microsleep merupakan rasa kantuk yang luar biasa sehingga pengemudi tanpa sadar tertidur dalam durasi pendek. Kondisi tersebut menyebabkan pengemudi hilang kendali hingga menabrak kendaraan di sekitarnya atau pagar pembatas jalan.

Dilansir Antara, PT Hutama Karya (Persero) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) melaksanakan kegiatan operasi "microsleep" di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk meminimalkan kecelakaan lalu lintas.

Menurut Branch Manager PT Hutama Karya (HK) Ruas Tol Terpeka Yoni Satyo Wisnuwardono, dari data yang ada angka kecelakaan di jalan tol saat ini yaitu pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Data sebelumnya menyebutkan jam rawan kecelakaan terjadi pada pukul 24.00 sampai pukul 06.00 pagi.

Dari informasi ini, Hutama Karya melakukan operasi mengantuk yang dilaksanakan pada pagi hari sampai siang hari. Sebab, tren angka kecelakaan terjadi pada pagi hari.

Yoni menjelaskan, PT Hutama Karya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan.

"Dalam kesempatan ini, kami juga meyakinkan bahwa Tol Terpeka dalam kondisi aman bagi pengguna jalan," katanya.

Dia juga menyarankan agar pengendara diminta lebih berhati-hati di jalan tol. Lakukan istirahat rutin di tempat yang ditentukan seperti rest area.

Sebelumnya, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, ada jam maksimal untuk seorang sopir berkendara. Dalam kondisi fit, setiap 2,5 jam atau 3 jam sekali pengemudi harus istirahat.

"Maksimal kalau dia dalam kondisi fit itu 2,5-3 jam harus istirahat. Itu kenapa kalau isi bensin jangan full. Orang Indonesia banyak sekali isi bensin full supaya nggak istirahat, ini ngeri," kata Sony kepada detikcom.

Istirahat setiap 2,5 jam sampai 3 jam sekali ini diperlukan agar pengemudi tidak terlalu letih. Yang perlu dilakukan saat beristirahat adalah tidak cuma mengobrol, minum kopi atau duduk-duduk. Sony menyarankan agar saat beristirahat sopir bisa melakukan stretching.

"Penting adalah kita melancarkan peredaran darah. Karena kalau duduk terus pasti stuck kan. (Melancarkan) peredaran darah ini bisa stretching ringan, menghirup udara, ngatur napas, berdiri," jelas Sony.

"Oke misalnya nggak mau melakukan stretching, putarin (sekeliling) mobil aja. Lihat-lihat kondisi mobil, cek ban, cek body sekeliling, itu udah cukup. Paling cuma 3-5 menit," katanya.

(rgr/riar)