Kecelakaan Direktur Indomaret, Ini Alasan Kenapa Kita Harus Menjauh dari Truk

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 18 Okt 2021 13:57 WIB
Kecelakaan truk timpa minibus di Tol Cipularang
Foto: (Dian Firmansyah/detikcom). Kecelakaan truk timpa minibus di Tol Cipularang
Jakarta -

Direktur PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Yan Bastian meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang arah Jakarta. Mobil yang dikendarainya tertimpa truk kontainer yang diduga hilang kendali.

Belajar dari kasus kecelakaan maut ini, praktisi keselamatan berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pengendara harus mengantisipasi bahaya di jalan raya, terutama jika dekat dengan truk. Dia bilang, sebaiknya truk dijauhi jika bertemu di jalan raya.

"Ketika kita berinteraksi dengan bus, truk bawa kontainer, jangan nyaman-nyaman di sekitar mereka. Kita harus melakukan antisipasi. Misalnya saat mau menyalip kita harus pastikan di depan kosong. Jangan sampai terjebak di samping dia," kata Jusri kepada detikcom, Senin (18/10/2021).

Menurut Jusri, ada dua cara menjauhi truk. Yang pertama dengan jaga jarak, kedua dengan segera melewatinya.

"Jangan terlalu nyaman ketika kita berada di sekitar dia. Khususnya di depan. Karena dia (truk) tidak memiliki kemampuan rem seperti kendaraan-kendaraan lain. Itu yang harus kita antisipasi. Begitu kita di depan mereka segera menjauh, lebih-lebih ketika itu jalan menurun. Karena kemampuan pengeremannya itu jelek sekali," ucapnya.

Sering kali terjadi kecelakaan akibat truk mengalami rem blong. Menurut Jusri, hal itu didasari oleh kebiasaan pengemudi truk yang hanya mengandalkan rem kaki. Jusri bilang, sering ditemui truk yang meluncur dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun tanpa dibantu oleh engine brake. Hal itu cenderung membuat kerja rem lebih berat dan berisiko mengalami blong. Itu pula yang membahayakan pengendara lain di sekitarnya.

"Yang kedua, (kenapa truk harus dihindari) blind spot truk ini besar sekali. Sehingga ketika kita ada di kiri atau di kanan, kita tidak bisa dilihat oleh mereka (sopir truk)," jelas Jusri.

"Kendaraan yang dimensinya besar, sangat linear dengan kemampuan rem yang menurun, bidang pandang yang kurang, dan mereka sangat labil karena ground clearance-nya tinggi," sambung Jusri.



Simak Video "Korban Tewas Kecelakaan Tol Cipularang Direktur Indomaret"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)