Untung-Rugi Beli Cash Mobil Bekas atau Kredit Mobil Baru

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 05 Agu 2021 18:44 WIB
Ilustrasi pembelian mobil
Menghitung untung-rugi beli mobil bekas cash dan kredit mobil baru. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Membeli mobil bisa secara kredit atau cash. Dengan bujet terbatas, kamu juga bisa memiliki mobil bekas yang dibayar tunai tanpa harus memikirkan cicilan tiap bulan.

Saat ini ada pilihan untuk membeli mobil bekas secara cash atau membeli mobil baru dengan cara kredit. Dari kedua pilihan itu, lebih baik pilih yang mana?

Menurut Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, kedua pilihan membeli mobil tersebut ada plus-minusnya. Untuk membeli mobil seken dengan cara pembayaran tunai, konsumen harus memikirkan segala hal terutama purnajualnya.

"Seberapa ngerti kita ngurus mobil. Kalau aku pribadi, kebetulan cukup ngerti mobil, cukup mau repot datang ke bengkel-bengkel, beli mobil seken menurutku lebih menguntungkan. Dalam artian seandainya dijual lagi harga pas kita jual lagi kan mungkin pengalamanku pribadi hanya turun sekitar 5-10%, itu bahkan setelah 5 tahun," kata Andy kepada detikcom, Rabu (4/8/2021).

Di sisi lain, Andy menilai jika membeli mobil baru, lima tahun kemudian ketika ingin dijual kembali harganya bisa turun sampai 50%. Belum lagi kalau beli mobil baru secara kredit ujung-ujungnya lebih mahal dibanding harga cash-nya.

"Mungkin harga mobil taruhlah Rp 200 juta, misalnya kita mencicil kan bisa jadi nanti jatuh-jatuhnya udah sampai Rp 300 jutaan. Dan ketika kita jual, harganya pasti udah turun banyak, bisa separuhnya. Misalnya rata-rata kredit 3-5 tahun, pas kita jual mungkin sudah turun separuhnya," ujarnya.

"Jadi kerugian kita kalau beli mobil baru dobel, kalau dijual lagi," katanya.

Di sisi lain, keuntungan dari beli mobil baru biasanya ada servis gratis selama kilometer dan waktu tertentu. Juga pembelian mobil baru secara kredit sudah termasuk premi asuransi.

"Sementara kalau belinya seken berarti harus siap menghadapi mungkin penyakitnya yang ada sekian banyak dan kita harus bolak-balik ke bengkel," ujarnya.

Meski, Andy mengatakan dengan bujet terbatas daripada dibuat DP untuk kredit mobil baru akan lebih menguntungkan membeli mobil bekas secara tunai. Menurut Andy, secara finansial akumulasi biaya yang dikeluarkan untuk membeli mobil baru secara kredit lebih banyak.

"Tebakan aku iya (lebih besar akumulasi kredit). Kecuali memang ktia apes banget dapat mobil sekennya sedemikian parah. Setahuku kan misalnya kita beli mobil seken, harus ganti-ganti sparepart, servis ini servis itu, paling habisnya kurang lebih 1/3 dari harga mobil yang kita beli. Bisa lebih gede apalagi kalau kita dapatnya yang parah. Cuma, misalnya 1/3 dari Rp 60 juta (harga mobil seken) kan sekitar Rp 20 juta, berarti kita keluarkan Rp 80 juta. Sementara kalau (Rp 60 juta) itu dijadikan DP mobil dan bayar kreditnya, tebakanku ya bisa lebih besar dari Rp 80 juta bisa sampai Rp 200 juta mungkin total-total habisnya. Belum dihitung kerugian kalau dijual lagi," sebut Andy.



Simak Video "Avanza Jadi Mobil Terlaris di Agustus 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)