Land Cruiser Jokowi Terobos Banjir, Apa Benar Mesin Diesel Lebih Aman?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 19 Jan 2021 13:30 WIB
Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.
Mobil Jokowi menerobos banjir. Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Jakarta -

Mobil Toyota Land Cruiser yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerobos banjir. Momen mobil Jokowi menerobos banjir itu terjadi saat melewati wilayah Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Toyota Land Cruiser yang dijual secara resmi oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Indonesia adalah Land Cruiser 200. Mobil itu dijual dengan pilihan mesin diesel.

Secara speifikasi, Toyota Land Cruiser yang dijual melalui PT TAM itu dibekali mesin diesel commonrail V8 berkode 1VD-FTV 32 katup DOHC. Mesin itu memiliki tenaga maksimal 231 daya kuda pada 3.200 rpm. Sementara torsi maksimalnya mencapai 615 Nm pada 1.800-2.200 rpm.

Benarkah mobil bermesin diesel lebih aman menerjang banjir?

Dijelaskan, baik mesin bensin maupun diesel sama-sama tidak didesain untuk menerjang air. Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, mesin diesel dan mesin bensin sama-sama memiliki risiko jika menerobos banjir.

Risikonya, menurut Didi, adalah gejala water hammer. Gejala itu adalah ketika air masuk ke dalam ruang bakar sehingga setang piston bengkok hingga membuat silinder mesin pecah.

"Cuma ada kesannya diesel lebih badak, diesel itu nggak perlu pengapian. Kalau bensin itu misalnya katakanlah pengapian untuk mesin/businya basah otomatis kan mogok tuh. Walaupun mungkin nggak water hammer, tapi mungkin saja cipratan air itu mengenai busi," ucap Didi saat dihubungi detikOto, Selasa (19/1/2021).

Meski begitu, Didi mewanti-wanti pengendara agar tidak nekat menerobos banjir. Sebab, kalau mobil mengalami water hammer, perbaikannya tidak murah.

"Tetap kita hindari lah (baik menggunakan mobil bensin maupun diesel). Risikonya tinggi soalnya. Water hammer ini nggak murah soalnya. Mahal sekali," saran Didi.



Simak Video "KuTips: Cara Cermat Berburu Mobil Baru saat Diskon PPnBM"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)