3 Faktor Mobil Gagal Menanjak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 11 Des 2020 06:12 WIB
DFSK Glory 580 di Tanjakan
DFSK Glory 580 di Tanjakan. Foto: Dok. DFSK.
Jakarta -

Pengendara mobil sering kali mengalami masalah gagal menanjak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi mobil gagal menanjak. Faktor teknis maupun faktor manusianya sendiri berperan penting dalam menaklukkan tanjakan dengan mobil.

Jusri Pulubuhu Founder dan Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan ada tiga faktor utama mengapa mobil gagal menanjak. Ketiganya yaitu faktor manusia, faktor lingkungan, dan faktor kendaraannya.

"Faktor manusia, yang pertama driving style, kemampuan dia mengemudi. Mengemudi sekian tahun pun kalau kita bicara soal dasar, orang Indonesia belum tentu dia kompeten. Sedangkan kita memiliki SIM itu harusnya kompeten. Sehingga apa yang terjadi, kualitas pengemudi pun menjadi tanda tanya. Dan ini menjadi PR kita," kata Jusri dalam kesempatan Bedah Teknologi Hill Hold Control Bersama DFSK Glory Series di Jakarta Utara, Kamis (10/12/2020).

Masih dari faktor manusia, ketika pengendara tidak terbiasa juga bisa gagal menanjak. Tidak terbiasa itu termasuk tidak terbiasa dengan medan yang dihadapi atau tidak terbiasa dengan kendaraan yang digunakannya. Selain itu, juga dari faktor manusia termasuk memaksakan muatan berlebih atau overload dan pengemudi panik yang membuat mobil gagal menanjak.

"Kemudian (faktor) lingkungan. Permukaan lintasan mendukung gagalnya menanjak. Entah elevasi jalan, entah permukaan jalan, ataupun jalan yang sempit dan lain-lain. Bisa juga ketika situasi seperti puncak, puncak itu menanjak macet. Mobil itu tidak usah dengan matik, tidak usah dengan CVT, manual saja sering hilang tenaga karena selip. Selip tadi karena mereka setengah kopling. Hangus kalau kita macet-macetan (di tanjakan) yang namanya kanvas kopling hangus mobil manual itu banyak sekali," sebut Jusri.

Faktor terakhir adalah kendaraannya. Bisa dari perawatan kendaraan, kondisi kopling, oli, hingga ban. "Tekanan angin (yang tidak sesuai) juga akan membuat masalah gagalnya menanjak," sebut Jusri.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)