Minggu, 12 Jul 2020 14:50 WIB

Nggak Sembarangan! Ini Alasan Mobil Dinas RI 2 Harus Isi Bensin Sesuai Spek

tim detikcom - detikOto
Video viral mobil RI 2 isi BBM di pinggir jalan pakai jeriken Foto: Video viral mobil RI 2 isi BBM di pinggir jalan pakai jeriken (ist)
Jakarta -

Mobil dinas cadangan RI-2 Wapres Ma'ruf Amin menjadi sorotan lantaran pengisian bensin menggunakan jeriken. Pihak Istana menjelaskan bahwa pengisian itu dilakukan bukan karena mobil kehabisan bensin.

Kepala Sekretariat Wakil Mohammad Oemar membenarkan bahwa video mobil dinas cadangan wapres diisi pakai jeriken yang beredar itu saat kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat pada 8 Juli.

Ia mengatakan pengisian bensin dengan jeriken karena tidak ada SPBU dengan BBM beroktan tinggi. Seperti diketahui mobil tersebut cocok untuk RON 95 seperti rekomendasi mobil Mercedes-Benz lain yang dijual di Indonesia.

"Pengisian BBM dari jeriken dilakukan karena tidak adanya SPBU yang memiliki bahan bakar minyak (BBM) sesuai kriteria mobil VVIP dan bukan karena mobil tersebut kehabisan BBM," kata Oemar dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2020).

Lebih lanjut, apakah ada dampak jika mobil dinas RI 2 tak diisi sesuai rekomendasi pabrikan?

Dikutip dari Kelley Blue Book, Minggu (12/7/2020) mesin juga memiliki batasan tingkat minimal oktan yang masih bisa membuat mobil menampilkan performa terbaiknya.

Tingkat oktan minimal itu bisa membantu menghindari gejala mengelitik pada mobil akibat pembakaran yang tidak sempurna. Artinya kalau mesin tidak memiliki asupan dari kadar oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, bukan tidak mungkin bunyi mengelitik bakal bermunculan.

Kadar Oktan yang di bawah standar pabrikan dapat menyebabkan bensin di ruang bakar lebih sulit untuk terbakar secara menyeluruh, sehingga banyak menyisakan residu.

Apa dampak dari suara menggelitik dari mesin?

Mengelitik dapat menyebabkan piston pecah, connecting rod bengkok, metal duduk dan metal jalan lebih cepat aus, crank shaft bengkok / pecah. Hal ini dikarenakan ekspansi yang tidak sesuai dengan timing yang sudah ditentukan. Sehingga menghasilkan tekanan yang tidak wajar pada mesin dan berdampak pada kerusakan part - part tersebut.

Terus bagaimana caranya menghilangkan knocking di mobil? Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan knocking pada mobil adalah, selalu menggunakan BBM yang berkualitas dengan standar oktan yang sesuai, lakukan perawatan mesin atau tune up secara berkala (sesuai dengan pemakaian mobil), ganti filter udara, bensin, dan busi jika diperlukan.

Untuk menurunkan suhu mesin menjadi optimal di angka +- 85 derajat celcius, dibutuhkan oli yang sesuai dengan spesifikasi kekentalan mesin, radiator yang sehat (tidak tersumbat), waterpump yang bekerja dengan baik, tutup radiator yang tidak bocor, extrafan yang bekerja dengan baik, dan coolant yang berkualitas tinggi.



Simak Video "Ma'ruf Apresiasi Ridwan Kamil Bikin Ro Corona Jabar di Bawah 1"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com