Minggu, 21 Jun 2020 07:17 WIB

Perlu Nggak Sih Pakai Cairan Anti-Bocor di Ban Mobil?

Luthfi Anshori - detikOto
Ganjal ban dengan batu, usahakan tidak menggunakan rem tangan. Menurunkan rem tangan bertujuan menghindari lengketnya kampas rem dengan tromol yang bisa mengakibatkan rem belakang lengket. Apabila mobil diparkir miring atau berada ditanjakan sebaiknya ganjal roda sehingga mobil tidak bergerak. Ban Mobil. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Cairan anti-bocor biasanya menjadi paket yang ditawarkan saat kita melakukan penggantian ban mobil. Cairan anti-bocor dianggap bisa membuat ban tubeless semakin susah untuk bocor. Sebab klaimnya, cairan itu bisa menambal sendiri lubang pada ban yang terkena benda tajam. Memang seberapa penting memasukkan cairan anti bocor ke ban mobil?

Dikutip dari Auto2000, sejauh ini dealer resmi belum pernah melakukan pengujian terhadap produk anti-bocor untuk ban tubeless. Artinya, tidak ada rekomendasi dari dealer resmi kepada pemilik mobil untuk menggunakan produk itu.

Tapi yang pasti, penggunaan cairan anti-bocor bisa mengganggu kinerja ban. Jika ada obyek lain, dalam hal ini adalah gel yang berada dalam ruang ban, maka obyek itu akan ikut berputar dan keseimbangan ban pun jadi terganggu.

Tak hanya itu, cairan yang berwujud gel itu juga berpotensi menyumbat pentil ban. Potensi itu bisa timbul dari cara pemakaiannya yang melalui pentil, jika tidak mengalir semua, maka akan jadi penyumbat jalur pentil.

"Ketika gel bekerja menambal, maka ia akan jadi gumpalan dan berkumpul di satu spot bocor itu. Hal ini malah makin membuat ban kehilangan keseimbangan putarannya. Wujud cairan yang berupa gel memang bisa mempengaruhi keseimbangan ban. Tapi tidak berlaku untuk produk yang wujudnya lebih encer. Bukan cuma bisa mempengaruhi keseimbangan ban, cairan anti-bocor juga bisa merusak permukaan pelek bagian dalam. Itu karena rata-rata cairan anti bocor ada kandungan pH-nya dan bisa menyebabkan pelek berkarat, " tulis pernyataan Auto2000.

"Kandungan pH yang dimaksud adalah tingkatan asam basa yang digandeng dalam mineral. Memang kandungan ini jadi musuh besi atau logam lainnya karena jadi penyebab karat bila terlalu ke arah asam. Pilih cairan yang tak ada pH-nya. Saat bekerja menambal nantinya ia tidak menggumpal, melainkan jadi seperti lapisan kertas yang mengisi dan menutup celah (spot) yang bocor. Tidak jadi beban putaran ban juga," lanjutnya.

Jika detikers tetap ingin menggunakan cairan anti-bocor disarankan memilih spesifikasi dan kandungannya yang aman. Ada baiknya konsultasikan dulu kepada mekanik, bisa pula tanya kepada rekan yang sudah pernah menggunakan cairan anti-bocor.

"Bila masalah pH sudah aman namun ban terasa tidak balance? Lakukan balancing pada ban seusai menggunakan cairan anti-bocor," tukasnya.



Simak Video "Pecah Ban, Mobil Rombongan Petakziyah di Pasuruan Keluar Jalur"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
d'Rooftalk
×
Penemuan Rp 500 Juta di KRL
Penemuan Rp 500 Juta di KRL Selengkapnya