Senin, 04 Mei 2020 09:01 WIB

Kendarai Supercar: Memacu Nyali, Berisiko Tinggi

Tim detikOto - detikOto
Penampakan supercar McLaren yang ringsek di tol Jagorawi Mclaren ringsek setelah kecelakaan. Foto: Polresta Bogor Kota
Jakarta -

Mengendarai supercar yang memiliki tenaga buas tak bisa asal gaspol saja. Memang tenaganya yang begitu besar sering kali membuat pengendaranya terlena. Tapi risikonya bisa timbul kecelakaan.

Akhir pekan kemarin kecelakaan yang melibatkan supercar McLaren kembali terjadi di tol Jagorawi. Sebuah McLaren MP4-12C keluar jalur dan menabrak pohon palem di Km 43 Tol Jagorawi. Mobil berkelir oranye itu pun ringsek.

Secara teknis, mobil asal Inggris ini menggendong jantung pacu V8 twin turbo 3,8 liter. Mesin tersebut menggunakan sistem gearbox dual-clutch, yang digunakan untuk mengelola power maksimum 592 dk pada 7.000 rpm dan torsi puncak 601 Nm di 6.000 rpm.

Tenaga dan torsi yang besar itu membuat mobil bisa melesat dengan cepat. Akselerasi dari posisi diam hingga menyentuh kecepatan 96 km/jam saja hanya butuh 2,8 detik. Kecepatan tertingginya bisa mencapai lebih dari 300 km/jam.

Kecelakaan supercar McLaren di Tol Jagorawi (Dok. Istimewa)Foto: Kecelakaan supercar McLaren di Tol Jagorawi (Dok. Istimewa)

Mengemudi mobil berkecepatan tinggi memang mamacu nyali. Namun, kalau pengemudi salah menangani, risikonya tinggi.

Senior instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, beberapa waktu lalu mengatakan, ketika mengemudi mobil berkecepatan tinggi pengemudi akan mudah tergoda untuk berpacu, bahkan secara tidak sadar sudah dalam kecepatan tinggi.

"Mengemudi sportcar lebih susah utamanya menjaga mental atau adrenalin supaya tidak mudah terpancing. Suara mesin, knalpot, posisi duduk yang steady dan lain-lain," ungkap Sony kepada detikOto beberapa waktu lalu.

"Sportcar dirancang dengan tingkat kestabilan yang tinggi, saat Anda melaju dengan kecepatan 150 km/jam mobil ini terasa sangat stabil, sehingga seakan-akan Anda sedang mengendarai mobil biasa di kecepatan 80 km/jam," tambahnya.

Dia bilang, mengendarai sebuah mobil berkecepatan tinggi yang punya tenaga lebih dari 500 daya kuda dibutuhkan keahlian dalam mengendarainya. Sehingga, mengendarai supercar yang buas memerlukan tanggung jawab dari pengemudinya.

"Salah dalam mengambil keputusan akan berakibat kecelakaan, bijaksanalah dalam menentukan kecepatan kendaraan," imbau Sony.



Simak Video "Kecelakaan di Tol Jagorawi, Supercar McLaren Ringsek Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com