Rabu, 01 Apr 2020 20:43 WIB

Jalan Sepi Saat Corona, Pejalan Kaki Waspadai Kendaraan Ngebut

Rizki Pratama - detikOto
Kumpulan Pesan Kocak Buat Pemudik Jangan Ngebut Ilustrasi larangan ngebut (ist)
Jakarta -

Himbauan untuk mengurangi akivitas demi mengurangi penularan virus corona berimbas pada menurunnya volume kendaraan di jalan. Karena hanya sebatas himbauan jalan tak sepenuhnya kosong.

Beberapa orang yang masih beraktivitas saat ini menggunakan kendaraan pun cenderung akan memacu kendaraan lebih cepat. Di sisi lain hal ini dapat memperbesar risiko kecelakaan pada pengemudi sendiri maupun pada kendaraan lain atau pejalan kaki.

"Di tengah pandemi covid 19 memang keadaan sedang tidak dalam kondisi ideal. Jalan kosong hingga speed management sangat bisa tercipta," kata Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian saat dihubungi detikcom, Rabu (1/4/2020).

"Seorang pencipta jalan dengan grade A misalnya dirancang untuk bisa ngebut, apalagi lingkungan disana kalau tidak salah semapt dirancang untuk sebuah acara balapan. Jadi jalanan A adalah goal dari pencipta jalan tapi jelas ini bertentangan dengan prinsip keselamatan. Karena makin cepat maka kemungkinan celaka semakin besar," papar Reza.

Reza menyarankan untuk pejalan kaki yang berjalan di jalan seperti ini agar menggunakan arus berlawanan dari kendaraan. Dengan begitu, pejalan kaki dapat lebih waspada apabila melihat kendaraan lepas kendali.

"Banyaknya kita berjalan sebelah kiri jadi kita sejajar dengan arah kendaraan maka kita biasanya kurang waspada, Tidak aware terhadap situasi di belakang khususnya kendaraan dengan arah yang sama. Maka sebaiknya jalan di kanan atau melawan arus kendaraan agar pejalan kaki bisa lebih waspada," tutupnya.



Simak Video "Bentuk Dukungan Selebriti untuk Memerangi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com