Sabtu, 29 Feb 2020 07:38 WIB

Pemobil Belajar Tabrak Ibu Hamil, Mobil Latihan Mengemudi Wajib Punya Perangkat Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Sekolah Mengemudi Mobil kursus wajib memiliki pedal kopling dan rem tambahan.Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat latihan mengemudi mobil, maka perlu didampingi instruktur atau pelatih. Tak hanya itu mobil yang digunakan pun harus memenuhi standar safety kursus mengemudi. Artinya, mobil standar pabrikan berbahaya jika digunakan untuk latihan mengemudi.

Seperti dikatakan Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mobil untuk latihan mengemudi harus memiliki rambu-rambu di bodinya. Misal dengan penambahan stiker bertuliskan 'Latihan'.

"Selain itu mobil harus memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah. Pertama, ia harus punya perangkat rem dan kopling tambahan, kemudian kaca spion tambahan untuk instruktur," kata Jusri, saat dihubungi detikcom, Jumat (28/2/2020).

Tujuan penambahan pedal tersebut agar mobil masih bisa dalam pantauan sang instruktur ketika mobil dikendarai oleh siswa. Misal ketika mesin mobil akan mati karena pedal kopling yang dilepas di kecepatan rendah, maka instruktur akan menginjak kopling agar mesin mobil tidak mati. Sementara ketika mobil melaju tidak terkendali, instruktur bisa menekan pedal rem.

"Maka itu tanggung jawab ketika terjadi kecelakaan harus dipikul di-absorb oleh sang instruktur. Ini kalau kasusnya di sekolah mengemudi. Itu pun kalau sekolah mengemudinya memenuhi persyaratan. Kalau tidak memenuhi persyaratan, maka yang bertanggung jawab kalau terjadi kecelakaan adalah si pengemudinya," jelas Jusri.



Simak Video "Mengapa Perlu Sekolah Mengemudi?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com