Selasa, 25 Feb 2020 06:42 WIB

Bahaya Kalau Pakai Semir Ban Terlalu Sering

M Luthfi Andika - detikOto
Servis medium mobil kena banjir di Auto2000 Cilandak, Jakarta, Jumat (3/1/2020). Penggunaan semir ban ternyata bisa membahayakan (Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Mungkin detikers belum banyak yang tahu, memakai semir ban terlalu sering ternyata berbahaya. Kenapa, ya?

Semir ban sudah menjadi atribut wajib banyak pemilik mobil dan motor di Indonesia. Setiap habis dicuci, kendaraan kesayangan kita hampir pasti dapat 'make up' tambahan berupa semir ban.

Semir ban membantu kendaraan kita jadi terlihat lebih fresh. Warna hitam mengilat dipadukan dengan kilau kendaraan yang baru selesai dicuci.

Tapi semir ban ternyata juga punya efek samping. Semir yang digunakan ternyata bisa membuat dinding ban retak dan terindikasi ban pecah.

"Kalau kita sering-sering pakai semir ban, ban akan menjadi keras dan menimbulkan ban retak-retak pada dinding ban," kata Manager Training PT Sumi Rubber (Agen Pemegang Merek Dunlop di Indonesia-Red), Bambang Hermanu.

Semir ban akan jadi berbahaya jika terlalu sering digunakan.

"Di dalam ban anti itu pasti diberikan bahan material anti penuaan dini atau anti aging. Anti aging ini dalam bentuk lilin dan bahan ini akan akan dicampurkan dalam karet. Kalau kita sering-sering pakai semir ban, cairan lilin itu diserap keluar," ujar Bambang.



"Kalau sudah keluar bannya jadi keras dan pada dinding ban akan timbul retak-retak. Ini bisa terindikasi pecah ban, tapi bukannya tidak boleh menggunakan semir ban. Boleh saja asal jangan sering-sering," katanya.



Simak Video "Bakar Ban, Mahasiswa Demo Tolak RUU Cipta Kerja di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com